Bab 20

江戸(えど)· Edo 1603–1868

子育こそだ幽霊ゆうれい

Hantu yang Membesarkan Anak — Kasih Ibu Melampaui Maut

Dahulu, di sebuah kota ada kedai penjual permen (ame). Suatu larut malam, seorang perempuan berwajah pucat pasi, dengan rambut acak-acakan, muncul di kedai itu dan membeli permen dengan satu keping uang (ichimon).

Perempuan itu datang lagi malam berikutnya, dan malam berikutnya lagi, selalu muncul dengan cara yang sama untuk membeli permen. Sosoknya terasa muram, dan pemilik kedai pun merasa heran.

Pada malam ketujuh, perempuan itu tak lagi memegang uang. Sebagai gantinya, ia menyodorkan sehelai haori (jaket luar) untuk menukar permen.

Keesokan harinya, ketika sang pemilik menggantung haori itu di depan kedai, seorang lelaki kaya yang lewat terhenti langkahnya. “Ini... haori yang dulu kumasukkan ke dalam peti mati putriku yang telah wafat...”

Putri lelaki itu telah wafat dalam keadaan mengandung. Keduanya bergegas menuju makam. Dan dari bawah tanah, terdengar samar-samar tangisan seorang bayi.

Ketika makam digali, di dalam pelukan perempuan yang telah wafat itu, seorang bayi yang baru lahir hidup sambil mengisap permen. Enam keping uang (rokumon) yang dulu dimasukkan ke dalam peti matinya, semuanya telah lenyap.

Arwah sang ibu, demi membesarkan anaknya yang lahir di dalam makam, telah datang membeli permen setiap malam. Anak yang berhasil diselamatkan itu pun dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

Kelak, anak itu konon menjadi seorang biksu yang mulia. Kisah kasih ibu yang melampaui kematian ini masih dituturkan di berbagai daerah hingga kini.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
あめN2permen, gula-gula
夜更けよふけN1larut malam
青白いあおじろいN1pucat pasi
乱すみだすN1mengacaukan, mengusutkan
一文いちもん専門satu mon (uang receh zaman dulu)
悲しげかなしげN1tampak sedih, muram
羽織はおり専門haori (jaket luar kimono)
差し出すさしだすN2menyodorkan, mengulurkan
求めるもとめるN2meminta, menuntut, mencari
翌日よくじつN2keesokan harinya
裕福ゆうふくN1kaya, berkecukupan
ひつぎN1peti mati
納めるおさめるN1menaruh/menyimpan; menyerahkan
身ごもるみごもるN1mengandung, hamil
掘り起こすほりおこすN1menggali (keluar)
赤ん坊あかんぼうN4bayi
なめるなめるN2menjilat, mengisap
六文ろくもん専門enam mon (uang bekal arwah)
幽霊ゆうれいN1hantu, arwah
そうN1biksu, rahib
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

怪談(CERITA HANTU)  Cerita rakyat yang tersebar luas. 子育こそだ幽霊ゆうれい (juga disebut 飴買あめか幽霊ゆうれい, “hantu pembeli permen”) dikenal di banyak daerah Jepang dan bahkan menjadi bahan 落語らくご (rakugo, seni cerita lucu). Ini cerita rakyat/怪談, bukan sejarah — namun jejaknya nyata (lihat fakta di bawah).

Enam keping & Sungai Sanzu. Detail “六文ろくもん uang yang lenyap” bermakna dalam: orang Jepang dahulu menaruh enam keping uang (六文銭) di peti mati sebagai ongkos menyeberangi 三途さんずかわ (Sungai Sanzu, batas akhirat). Sang ibu menukar bekal akhiratnya sendiri demi memberi makan bayinya — kiasan kasih yang menembus maut.

Jejak nyata di Kyoto. Di Kyoto masih ada kedai みなとやみなとや yang menjual 幽霊子育飴ゆうれいこそだてあめ (“permen pengasuh hantu”), dengan kisah asal-usul bertarikh 1599: seorang ibu wafat, lalu tangis bayi terdengar dari kuburnya. Konon anak yang diselamatkan itu menjadi pendeta besar.

Hantu yang lembut. Berbeda dari hantu pendendam, ibu ini menggugah haru, bukan takut. Motif “kasih orang tua yang melampaui kematian” muncul di banyak budaya — pengingat bahwa di balik kisah seram, sering tersembunyi nilai paling manusiawi: cinta. Bdk. nuansa 怪談 di [[earless-hoichi]].

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Di Kyoto, dekat 六道ろくどう (kawasan yang diyakini sebagai ‘perbatasan dunia orang mati’), kedai Minatoya masih menjual “permen pengasuh hantu” hingga kini — salah satu permen tertua di Jepang dengan legenda yang masih hidup.

• Menaruh 六文銭 (enam keping uang) bersama jenazah adalah adat nyata Jepang lama — ongkos menyeberangi Sungai Sanzu; lambang ini bahkan dipakai sebagai lambang perang klan Sanada.

• Kisah serupa “ibu yang mati melahirkan di kubur lalu merawat bayinya sebagai arwah” juga ditemukan di Tiongkok dan negeri lain — sebuah motif folklor lintas-budaya tentang ikatan ibu dan anak.