Bab 21

江戸(えど)· Edo 1603–1868

いなむらの

Api di Sawah — Membakar Padi demi Menyelamatkan Desa

Pada tahun 1854, di sebuah desa tepi laut di Kishū (Wakayama), hiduplah seorang tokoh pemuka desa bernama Hamaguchi Goryō. Suatu senja, gempa besar mengguncang desa itu.

Goryō menyadari air laut surut secara menyeramkan. Air sumur pun tiba-tiba berkurang. Ini — pertanda akan datangnya tsunami, demikian ia menangkapnya.

Namun, saat itu sudah malam. Tak ada cara untuk memberitahukan bahaya kepada para penduduk yang berada di tanah rendah. Sekeras apa pun berteriak, mungkin sudah tak akan keburu.

Saat itulah Goryō memutuskan tanpa ragu. Tumpukan ikatan padi berharga yang baru saja dipanen, yang teronggok di atas bukit — pada timbunan padi (inamura) itu, ia sendiri menyulutkan api.

Para penduduk yang melihat kobaran api menghanguskan langit malam berseru, “Kebakaran!” dan berbondong-bondong berlari menaiki bukit untuk memadamkannya. Dengan begitu, orang-orang pun terkumpul di tempat yang tinggi.

Sesaat setelah itu, tsunami raksasa menelan desa. Namun, sebagian besar penduduk yang telah menyelamatkan diri ke bukit pun nyawanya terselamatkan.

Goryō mengorbankan hasil panen setahun demi menyelamatkan warga desanya. Setelah itu, untuk bersiap menghadapi tsunami di masa depan, ia membangun tanggul yang panjang dan kokoh.

Kisah ini terus dituturkan sebagai “Inamura no Hi” (Api di Sawah) dan menjadi ajaran tentang kesiapsiagaan bencana. Kearifan Goryō yang membaca tanda-tanda lebih dini, dan keberaniannya berkorban, hingga kini diwariskan kepada orang-orang di seluruh dunia.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
指導者しどうしゃN2pemimpin, pemuka
地震じしんN4gempa bumi
不気味ぶきみN1menyeramkan, mencurigakan
井戸いどN2sumur
津波つなみN2tsunami
前触れまえぶれN1pertanda, isyarat awal
危険きけんN3bahaya
間に合うまにあうN3keburu, sempat
迷うまようN3ragu, bimbang; tersesat
いねN1padi (tanaman)
たばN2ikatan, berkas
放つはなつN1melepaskan; menyulut (api)
焦がすこがすN1menghanguskan, membakar
駆け上るかけのぼるN1berlari menaiki
直後ちょくごN2sesaat sesudah
収穫しゅうかくN1panen, hasil panen
犠牲ぎせいN1korban, pengorbanan
備えるそなえるN2bersiap, berjaga-jaga
堤防ていぼうN1tanggul, bendungan
防災ぼうさいN1mitigasi/kesiapsiagaan bencana
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

SEJARAH(歴史)  Peristiwa sejarah nyata. 浜口梧陵はまぐちごりょう sungguh-sungguh ada, dan pada gempa & tsunami Ansei-Nankai (1854) ia menyalakan timbunan padinya untuk menuntun warga 広村ひろむら (Hiro, kini Hirogawa, Wakayama) ke bukit. Lebih dari 90% penduduk selamat. Ia kemudian membangun tanggul Hiromura sepanjang ~600 m yang masih ada hingga kini.

Tanda-tanda alam. Yang menyelamatkan desa adalah pengetahuan: air laut yang surut tiba-tiba dan air sumur yang turun adalah tanda dini tsunami. Goryō membacanya dan bertindak cepat — pelajaran mitigasi bencana yang masih diajarkan di seluruh dunia hari ini.

Dari kisah ke pendidikan dunia. Cerita ini dipopulerkan oleh Lafcadio Hearn (“A Living God”) [[earless-hoichi]] lalu masuk buku pelajaran Jepang sebagai 稲むらの火. PBB menetapkan 5 November sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia — tanggal yang merujuk peristiwa ini.

Pengorbanan seorang pemimpin. Goryō membakar seluruh hasil panennya — kekayaan setahun — untuk menyelamatkan nyawa orang banyak. Tema kepemimpinan yang mendahulukan rakyat di atas harta pribadi bergema dengan kisah [[princess-kurohime]] yang juga berkorban demi orang banyak.

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Berkat kisah ini, 5 November dijadikan PBB sebagai “World Tsunami Awareness Day” (Hari Kesadaran Tsunami Sedunia) sejak 2015 — relevan langsung bagi Indonesia yang juga rawan gempa & tsunami.

• Tanggul Hiromura (広村堤防) yang dibangun Goryō benar-benar melindungi desa dari tsunami pada gempa berikutnya, dan kini menjadi monumen serta tempat belajar mitigasi bencana.

• Hamaguchi Goryō kelak menjadi tokoh penting pada awal Meiji; keluarganya juga dikenal sebagai pendiri perusahaan kecap Yamasa yang masih ada sampai sekarang.