Bab 22

幕末・明治 · Bakumatsu–Meiji 1853–1912

薩摩さつまさむらい

Samurai Satsuma — Saigō Takamori, ‘Samurai Terakhir’

Di penghujung zaman Edo, kapal-kapal hitam (kurofune) asing berdatangan, dan Jepang berguncang hebat. Dari negeri selatan, Satsuma (kini Kagoshima), muncullah seorang samurai berjiwa besar — Saigō Takamori.

Satsuma telah merasakan sendiri kekuatan Barat lewat perangnya melawan Inggris. Saigō menjadi tokoh sentral para pejuang (shishi) yang ingin meruntuhkan keshogunan lama dan membangun negeri baru yang berpusat pada Kaisar.

Dengan bergandengan tangan pula dengan Chōshū, akhirnya zaman Tokugawa pun berakhir. Saigō menyelesaikan perundingan agar Istana Edo diserahkan tanpa pertempuran, sehingga ia membuka zaman baru tanpa pertumpahan darah besar.

Namun, pemerintah Meiji yang baru justru menghapuskan kelas samurai itu sendiri. Pedang, gaji, dan kebanggaan mereka dirampas; para samurai yang dulu berjuang demi Restorasi pun kehilangan tempat berpijak.

Dengan hati yang teriris, Saigō meninggalkan pemerintahan, pulang ke kampung halamannya di Kagoshima, dan membuka sekolah-sekolah bagi para samurai muda.

Pada tahun 1877, para samurai Satsuma yang menyimpan ketidakpuasan akhirnya bangkit. Saigō pun — meski dengan hati berat — terpaksa berdiri di garis depan perang melawan pemerintah yang ia sendiri dirikan: “Perang Seinan”.

Menghadapi tentara modern bersenjata bedil, para samurai berpedang tak punya peluang menang. Terkepung di Shiroyama, Saigō pun dengan tenang menutup riwayat hidupnya.

Saigō bertempur dan gugur demi dunia samurai yang sedang lenyap. Namun orang-orang menyayangkan kepergiannya dan menghormatinya sebagai jelmaan jiwa samurai itu sendiri. Sebagai “samurai terakhir”, nama Saigō tetap dicintai hingga kini.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
黒船くろふね専門kapal hitam (kapal Barat, Bakumatsu)
うつわN1wadah; (kiasan) kapasitas jiwa
さむらいN2samurai, kesatria
西洋せいようN2Barat (dunia Eropa)
倒すたおすN2menjatuhkan, menumbangkan
志士しし専門pejuang bercita-cita (akhir Edo)
明け渡すあけわたすN1menyerahkan (tempat) kepada pihak lain
交渉こうしょうN2perundingan, negosiasi
政府せいふN3pemerintah
廃止はいしN1menghapus(kan), membubarkan
誇りほこりN2kebanggaan, harga diri
維新いしん専門Restorasi (Meiji), pembaruan
痛めるいためるN2menyakiti; merisaukan (hati)
不満ふまんN2ketidakpuasan
抱くいだくN1memeluk; menyimpan (perasaan)
抗うあらがうN1melawan, menentang
近代きんだいN2(zaman) modern
軍隊ぐんたいN1tentara, militer
たましいN1jiwa, roh, sukma
敬ううやまうN1menghormati, memuliakan
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

SEJARAH(歴史)  Tokoh sejarah nyata. 西郷隆盛さいごうたかもり (1828–1877) adalah samurai Satsuma, salah satu pemimpin utama 明治維新めいじいしん (Restorasi Meiji) yang menumbangkan keshogunan Tokugawa. Ia juga menegosiasikan penyerahan damai Istana Edo. Belakangan ia memimpin 西南戦争せいなんせんそう (Perang Seinan, 1877) dan gugur di Shiroyama, Kagoshima.

Ironi sang pahlawan. Inilah inti tragisnya: Saigō membangun Jepang modern, lalu mati melawannya demi para samurai yang tersingkir oleh modernisasi yang ia bawa. Konteks Satsuma penting — perang melawan Inggris (薩英戦争さつえいせんそう, 1863) mengajari mereka kekuatan Barat, dan pendidikan komunal samurai (郷中教育ごじゅうきょういく) membentuk wataknya.

Fakta vs aura legenda. Saigō adalah sejarah, tetapi sosoknya cepat dimitoskan sebagai teladan ketulusan & pengorbanan (敬天愛人けいてんあいじん — “hormati langit, cintai sesama”). Sebagian rakyat bahkan dahulu menolak percaya ia wafat. Bedakan tokoh historisnya dari ‘citra pahlawan tragis’ yang dibangun kemudian.

“Samurai terakhir”. Kisah Saigō — pejuang ideal yang setia pada jalan samurai meski zaman berubah — mengilhami citra “samurai terakhir” di seluruh dunia, termasuk (secara longgar) film Hollywood. Tema kesetiaan pada nilai yang sedang sirna bergema dengan banyak tokoh Underdogs, mis. [[maeda-keiji]].

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Patung perunggu Saigō Takamori berdiri di Taman Ueno, Tokyo — digambarkan mengenakan yukata sederhana sambil menuntun anjingnya; salah satu patung paling terkenal di Jepang.

• Pemerintah Meiji yang dulu memeranginya kemudian memaafkan dan memulihkan kehormatannya pada 1889 — bukti betapa rakyat mencintainya melampaui menang-kalah politik.

• Perang Seinan (1877) adalah pemberontakan samurai besar terakhir di Jepang; kemenangan tentara wajib-militer modern atas para samurai berpedang menandai berakhirnya era kesatria secara nyata.