Bab 43

昔話(むかしばなし)· Cerita Rakyat Lintas-Zaman

ねこいた少年しょうねん

Bocah Pelukis Kucing — Kucing Kertas & Tikus Raksasa

Dahulu, ada seorang bocah yang sangat gemar melukis. Namun yang ia lukis selalu dan selalu hanya kucing. Di dinding maupun di pintu kertas (shōji), tanpa pandang tempat, ia melukis kucing.

Karena tubuhnya lemah dan tak cocok untuk bekerja di ladang, sang bocah dititipkan ke sebuah kuil dan menjadi biksu cilik. Namun di kuil pun ia hanya melukis kucing, hingga akhirnya ditegur oleh sang kepala biara.

Kepada sang bocah yang harus meninggalkan kuil, kepala biara memberikan pesan yang aneh: “Di malam hari, hindarilah tempat yang besar, dan beradalah di tempat yang kecil.”

Dalam perjalanannya, sang bocah menginap di sebuah kuil besar yang lampunya telah padam. Sesungguhnya, itu adalah kuil terbengkalai tempat seekor monster mengerikan bersarang, yang tak seorang pun berani mendekat.

Sang bocah, di sebuah aula luas yang lengang, dengan asyik melukis lagi beberapa ekor kucing pada sehelai sekat-lipat (byōbu) putih. Lalu, teringat pesan kepala biara, ia tidur di dalam sebuah lemari kecil.

Di tengah malam, jeritan yang dahsyat dan suara perkelahian yang hebat menggema ke segala penjuru. Sang bocah menahan napas di dalam lemari, hanya bisa menggigil ketakutan.

Di pagi hari, ketika dengan takut-takut ia keluar, di lantai tergeletak seekor tikus siluman raksasa sebesar sapi, sudah mati tak bernyawa. Dan mulut kucing-kucing pada sekat-lipat itu, basah merah membara.

Kucing-kucing lukisan sang bocah, di tengah malam, telah membinasakan sang monster. Kelak, sang bocah konon menjadi pelukis ulung yang termasyhur ke seluruh Jepang. Hati yang teguh menekuni apa yang dicintai itulah yang telah menyelamatkan dan membesarkan sang bocah.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
描くかくN2melukis, menggambar
少年しょうねんN2anak lelaki, bocah
障子しょうじ専門shōji (pintu/sekat kertas)
所構わずところかまわずN1tanpa pandang tempat
預けるあずけるN3menitipkan
和尚おしょう専門kepala biara, pendeta Buddha
叱るしかるN3menegur, memarahi
避けるさけるN2menghindari
廃寺はいじN1kuil terbengkalai
がらんとするがらんとするN1lengang, kosong melompong
屏風びょうぶ専門byōbu (sekat lipat berlukis)
戸棚とだなN2lemari (dinding)
息をひそめるいきをひそめるN1menahan napas (diam-diam)
響きわたるひびきわたるN1menggema ke segala arah
化け鼠ばけねずみ専門tikus siluman
息絶えるいきたえるN1menghembuskan napas terakhir
濡れるぬれるN3basah
退治たいじN1membasmi, menumpas
絵師えしN1pelukis (zaman dulu)
貫くつらぬくN1teguh menekuni; menembus
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

MUKASHIBANASHI(昔話)  Cerita rakyat termasyhur. Kisah ini — “The Boy Who Drew Cats” — dipopulerkan ke dunia oleh Lafcadio Hearn (1898) [[earless-hoichi]], yang menulis ulang sebuah 昔話むかしばなし Jepang. Ia kini menjadi salah satu cerita anak Jepang paling dikenal di luar negeri.

Pesan yang menyelamatkan. Nasihat kabur sang kepala biara — “malam hari, hindari tempat besar, tinggallah di tempat kecil” — adalah kunci cerita: ketaatan pada pesan bijak itulah yang menyelamatkan sang bocah dari sang monster. Motif ‘nasihat yang baru terbukti maknanya kemudian’ khas folklor.

Cintai bakatmu. Inti kisah: sang bocah yang ‘dianggap tak berguna’ karena hanya bisa melukis kucing, justru terselamatkan & terangkat oleh bakat itu. Pesannya membesarkan hati: jangan remehkan kecintaan & bakat yang tampak ‘tak berguna’ — relevan bagi anak mana pun.

Lukisan yang hidup. Motif ‘gambar yang menjadi hidup’ (di sini, kucing yang membunuh tikus siluman) muncul di banyak kisah Asia Timur tentang pelukis ulung (bdk. legenda pelukis yang naga lukisannya terbang). Ia mencerminkan kekaguman budaya pada kekuatan seni. Bdk. pelukis [[iwasa-matabei]].

知っていましたか? — Tahukah kamu?

Lafcadio Hearn menerbitkan ‘The Boy Who Drew Cats’ sebagai buku kecil dicetak di atas kertas chirimen (kertas kerut) — barang ekspor cantik yang memperkenalkan dongeng Jepang ke pembaca Barat akhir abad ke-19.

• Sebagian orang menafsir sang bocah terinspirasi pelukis besar Sesshū — yang menurut legenda, sewaktu kecil dihukum diikat di kuil, lalu melukis tikus dengan air matanya memakai jari kaki, dan tikus itu tampak hidup.

• Nasihat ‘tetap di tempat kecil’ adalah contoh foreshadowing (isyarat awal) — teknik bercerita yang membuat akhir kisah terasa memuaskan; cerita rakyat sederhana pun kerap memakai teknik canggih ini.