昔、腕はいいが運のない貧しい大工がいました。ある雨の日、軒下で震えている一匹の子猫を見つけ、家に連れ帰って育てました。
Dahulu, ada seorang tukang kayu miskin yang piawai tetapi kurang beruntung. Di suatu hari hujan, ia menemukan seekor anak kucing yang menggigil di bawah cucuran atap, lalu membawanya pulang dan memeliharanya.
大工は貧しいながらも、わずかな食べ物を猫と分け合い、まるで家族のように可愛がりました。猫も、大工のそばを片時も離れません。
Meski miskin, sang tukang kayu berbagi makanannya yang sedikit dengan sang kucing, dan menyayanginya bagaikan keluarga. Sang kucing pun tak mau berpisah dari sisi sang tukang kayu barang sesaat.
ある日、仕事がさっぱり来ず、米びつも空になってしまいました。大工がため息をついていると、猫がとことこと表に出て、道ゆく人に向かって、ちょいちょいと前足を振り始めたのです。
Suatu hari, pekerjaan sama sekali tak datang, dan wadah berasnya pun kosong melompong. Saat sang tukang kayu mengembuskan napas keluhan, sang kucing berjalan keluar ke depan, lalu mulai melambai-lambaikan kaki depannya ke arah orang-orang yang lewat.
すると不思議なことに、猫に招かれた人々が、つぎつぎと大工の店に立ち寄るようになりました。「いい仕事をする大工がいると聞いてね」と、注文が次々に舞い込みます。
Anehnya, orang-orang yang ‘dipanggil’ sang kucing satu per satu mulai mampir ke kedai sang tukang kayu. “Kudengar ada tukang kayu yang hasil kerjanya bagus,” kata mereka, dan pesanan pun berdatangan tanpa henti.
大工の評判はみるみる広まり、暮らしは楽になりました。けれど大工は決しておごらず、猫への感謝を忘れませんでした。
Nama baik sang tukang kayu menyebar dengan cepat, dan hidupnya pun menjadi lapang. Namun sang tukang kayu sama sekali tak menjadi angkuh, dan tak pernah melupakan rasa terima kasihnya kepada sang kucing.
年月がたち、猫はすっかり年をとりました。ある朝、猫は大工の膝の上で、満足そうに眠るように息を引き取りました。
Tahun demi tahun berlalu, dan sang kucing pun benar-benar menua. Suatu pagi, di atas pangkuan sang tukang kayu, sang kucing menghembuskan napas terakhirnya seakan tertidur dengan puas.
大工は猫のために小さな像を彫り、店の前にそっと置きました。前足を上げて人を招く、その猫の姿こそ、福を呼ぶ「招き猫」のはじまりだと、人々は語り伝えました。
Sang tukang kayu memahat sebuah arca kecil untuk kucingnya, dan meletakkannya pelan di depan kedai. Sosok kucing yang mengangkat kaki depan memanggil orang itulah, konon, awal mula “maneki-neko” (kucing pemanggil rezeki) — demikian orang-orang menuturkannya turun-temurun.
PERLU VERIFIKASI Motif kucing pembawa rezeki. Kisah ‘kucing membalas budi pemiliknya yang miskin lalu menjadi asal-usul 招き猫’ adalah penceritaan ulang orisinal yang merangkai motif populer; tak ada satu teks 昔話 baku berjudul ‘Carpenter and His Cat’. (Perlu verifikasi sumber spesifik.)
Asal-usul 招き猫. Legenda maneki-neko yang paling terkenal sebenarnya berkaitan dengan kuil 豪徳寺 (Gōtoku-ji, Tokyo) — seekor kucing yang melambai menyelamatkan seorang bangsawan dari petir. Versi ‘tukang kayu’ di sini adalah variasi orisinal bertema balas budi.
恩返し hewan. Seperti [[grateful-crane]] & [[little-monk-buy-sake]], hewan yang membalas kebaikan manusia adalah salah satu pola folklor Jepang paling dicintai — menanamkan nilai bahwa kebaikan, sekecil apa pun, berbuah.
Kucing dalam budaya Jepang. Kucing punya citra ganda: pembawa rezeki (招き猫) sekaligus makhluk gaib (化け猫). Kisah hangat ini menonjolkan sisi pembawa berkahnya — yang kini menjadi ikon toko & restoran di seluruh dunia.
知っていましたか? — Tahukah kamu?
• 招き猫 (maneki-neko) dengan kaki kanan terangkat dipercaya memanggil uang/rezeki, sedangkan kaki kiri memanggil pelanggan/orang — itulah sebabnya ada dua jenis di toko-toko Jepang.
• Kuil Gōtoku-ji di Tokyo dipenuhi ribuan patung maneki-neko dari para peziarah, dan diyakini sebagai salah satu tempat kelahiran legenda kucing pemanggil keberuntungan.
• Maneki-neko kini menjadi ikon global — menghiasi etalase toko dari Jakarta hingga New York — bukti betapa folklor Jepang melintasi batas budaya.