昔、いばりんぼうの殿様がいました。家来たちに無理難題を言っては、できないと罰する、困った殿様です。
Dahulu, ada seorang tuan (daimyō) yang sombong. Ia gemar memberi tugas-tugas mustahil kepada para pengikutnya, lalu menghukum mereka kalau gagal — sungguh tuan yang merepotkan.
ある日、殿様は庭から遠くの山を指さして言いました。「あの山は目障りだ。明日までに、ここへ持ってこい。できねば首がないと思え。」
Suatu hari, sang tuan menunjuk gunung yang jauh dari tamannya dan berkata, “Gunung itu mengganggu pemandangan. Bawalah ke sini sebelum besok. Kalau tak bisa, anggaplah kepalamu sudah hilang.”
家来たちは真っ青になりました。山を動かすなど、できるはずがありません。みな頭を抱えてうなだれるばかりです。
Para pengikut pucat pasi. Memindahkan gunung — mustahil dilakukan. Mereka semua hanya bisa memegangi kepala dan tertunduk lesu.
そこへ、村の一人の知恵者が進み出ました。「殿様、お安いご用でございます。山はすぐにでもお運びいたしましょう。」
Saat itulah, seorang cerdik pandai dari desa maju ke depan. “Tuanku, itu perkara mudah. Gunung itu akan segera kami antarkan.”
殿様は目を丸くしました。「ほう、できるのか。」知恵者は、にっこり笑って言います。「はい。ただ、山は大きうございます。置く場所をまず空けねばなりません。」
Sang tuan terbelalak. “Oh, kau bisa?” Sang cerdik pandai tersenyum manis dan berkata, “Tentu. Hanya saja, gunung itu sangatlah besar. Maka tempat untuk meletakkannya harus lebih dulu dikosongkan.”
「殿様、どうか家来の皆さまに、この広い庭を山と同じ大きさに掘り、土をすっかり運び出しておくよう、お命じください。場所さえ空けば、すぐに山を運び込みます。」
“Tuanku, mohon perintahkan para pengikut untuk menggali taman luas ini sebesar gunung itu, dan mengangkut keluar seluruh tanahnya terlebih dahulu. Begitu tempatnya kosong, gunung akan segera kami pindahkan masuk.”
殿様は、はたと言葉につまりました。山ほどの穴を掘るなど、できるわけがありません。じつは、山を持ってくるのと同じくらい、無理な話だったのです。
Sang tuan seketika kehabisan kata. Menggali lubang sebesar gunung — jelas mustahil. Sebenarnya, itu sama mustahilnya dengan memindahkan gunung itu sendiri.
「……もうよい」と、殿様はばつが悪そうに引っ込みました。それからは、無理難題を言わなくなったとか。力ではなく知恵が、いばる殿様をへこませたのでした。
“…Sudahlah, cukup,” kata sang tuan sambil menarik diri dengan wajah malu. Konon sejak itu ia tak lagi memberi tugas-tugas mustahil. Bukan kekuatan, melainkan akal, yang telah menjatuhkan sang tuan yang sombong.
MUKASHIBANASHI(昔話) Kisah jenaka cerdik (頓智話). Pola ‘tuntutan mustahil dijawab dengan syarat yang juga mustahil’ adalah motif 頓智 (kecerdikan) yang sangat khas dalam 昔話 Jepang. Versi di atas adalah penceritaan ulang orisinal dari motif tersebut.
Membalik beban kepada penuntut. Triknya elegan: alih-alih menolak, sang cerdik menyetujui lalu meminta syarat yang harus dipenuhi si penuntut — yang sama mustahilnya. Strategi retoris ini muncul di banyak ‘riddle tale’ dunia, termasuk kisah Nasrudin (Timur Tengah) yang mungkin akrab bagi pembaca.
Si cerdik dalam folklor Jepang. Tokoh ‘rakyat kecil yang mengalahkan penguasa lewat akal’ sangat digemari — yang termasyhur adalah biksu cilik 一休さん (Ikkyū). Kisah-kisah ini menghibur sekaligus menyuarakan harapan rakyat: kepandaian bisa melawan kesewenang-wenangan.
Pesan moral. Inti kisah: kekuasaan tanpa kebijaksanaan mudah dipermalukan oleh akal sehat. Tema ‘kecerdikan mengalahkan kekuatan kasar’ juga muncul di [[mother-rid-hill]] dan [[expert-of-lies]].
知っていましたか? — Tahukah kamu?
• Tokoh cerdik paling terkenal dalam folklor Jepang adalah Ikkyū-san (一休さん) — biksu cilik sejarah (abad ke-15) yang kisah-kisah 頓智-nya diceritakan turun-temurun dan menjadi anime populer.
• Pola ‘tugas mustahil dibalas syarat mustahil’ adalah jurus retorika klasik — bahkan muncul dalam kisah Raja Sulaiman & kisah Nasruddin Hoja yang dikenal luas di dunia Islam.
• Cerita jenaka (笑い話) adalah salah satu dari tiga jenis besar 昔話 Jepang, bersama kisah hewan dan kisah ajaib — berfungsi menghibur sekaligus mengajar.