Bab 30

昔話(むかしばなし)· Cerita Rakyat Lintas-Zaman

やまってこい

Bawa Gunung Itu Kemari — Akal Mengalahkan Kuasa

Dahulu, ada seorang tuan (daimyō) yang sombong. Ia gemar memberi tugas-tugas mustahil kepada para pengikutnya, lalu menghukum mereka kalau gagal — sungguh tuan yang merepotkan.

Suatu hari, sang tuan menunjuk gunung yang jauh dari tamannya dan berkata, “Gunung itu mengganggu pemandangan. Bawalah ke sini sebelum besok. Kalau tak bisa, anggaplah kepalamu sudah hilang.”

Para pengikut pucat pasi. Memindahkan gunung — mustahil dilakukan. Mereka semua hanya bisa memegangi kepala dan tertunduk lesu.

Saat itulah, seorang cerdik pandai dari desa maju ke depan. “Tuanku, itu perkara mudah. Gunung itu akan segera kami antarkan.”

Sang tuan terbelalak. “Oh, kau bisa?” Sang cerdik pandai tersenyum manis dan berkata, “Tentu. Hanya saja, gunung itu sangatlah besar. Maka tempat untuk meletakkannya harus lebih dulu dikosongkan.”

“Tuanku, mohon perintahkan para pengikut untuk menggali taman luas ini sebesar gunung itu, dan mengangkut keluar seluruh tanahnya terlebih dahulu. Begitu tempatnya kosong, gunung akan segera kami pindahkan masuk.”

Sang tuan seketika kehabisan kata. Menggali lubang sebesar gunung — jelas mustahil. Sebenarnya, itu sama mustahilnya dengan memindahkan gunung itu sendiri.

“…Sudahlah, cukup,” kata sang tuan sambil menarik diri dengan wajah malu. Konon sejak itu ia tak lagi memberi tugas-tugas mustahil. Bukan kekuatan, melainkan akal, yang telah menjatuhkan sang tuan yang sombong.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
いばるいばるN2menyombongkan diri, jumawa
無理難題むりなんだいN1tuntutan mustahil/tak masuk akal
罰するばっするN1menghukum
指さすゆびさすN2menunjuk (dengan jari)
目障りめざわりN1mengganggu pandangan
真っ青まっさおN2pucat pasi; biru pekat
頭を抱えるあたまをかかえるN1pusing/kebingungan berat
うなだれるうなだれるN1tertunduk lesu
知恵者ちえものN1orang cerdik, ahli akal
進み出るすすみでるN1maju ke depan
お安いご用おやすいごようN1perkara mudah, gampang
目を丸くするめをまるくするN1terbelalak (kaget/takjub)
掘るほるN2menggali
運び出すはこびだすN1mengangkut keluar
言葉につまることばにつまるN1kehabisan kata, tergagap
あなN3lubang
ばつが悪いばつがわるいN1merasa malu/canggung
引っ込むひっこむN2menarik diri, mundur
へこむへこむN1menjadi kuncup; dijatuhkan mentalnya
知恵ちえN2akal, kearifan
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

MUKASHIBANASHI(昔話)  Kisah jenaka cerdik (頓智とんちばなし). Pola ‘tuntutan mustahil dijawab dengan syarat yang juga mustahil’ adalah motif 頓智とんち (kecerdikan) yang sangat khas dalam 昔話むかしばなし Jepang. Versi di atas adalah penceritaan ulang orisinal dari motif tersebut.

Membalik beban kepada penuntut. Triknya elegan: alih-alih menolak, sang cerdik menyetujui lalu meminta syarat yang harus dipenuhi si penuntut — yang sama mustahilnya. Strategi retoris ini muncul di banyak ‘riddle tale’ dunia, termasuk kisah Nasrudin (Timur Tengah) yang mungkin akrab bagi pembaca.

Si cerdik dalam folklor Jepang. Tokoh ‘rakyat kecil yang mengalahkan penguasa lewat akal’ sangat digemari — yang termasyhur adalah biksu cilik 一休いっきゅうさん (Ikkyū). Kisah-kisah ini menghibur sekaligus menyuarakan harapan rakyat: kepandaian bisa melawan kesewenang-wenangan.

Pesan moral. Inti kisah: kekuasaan tanpa kebijaksanaan mudah dipermalukan oleh akal sehat. Tema ‘kecerdikan mengalahkan kekuatan kasar’ juga muncul di [[mother-rid-hill]] dan [[expert-of-lies]].

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Tokoh cerdik paling terkenal dalam folklor Jepang adalah Ikkyū-san (一休さん) — biksu cilik sejarah (abad ke-15) yang kisah-kisah 頓智とんち-nya diceritakan turun-temurun dan menjadi anime populer.

• Pola ‘tugas mustahil dibalas syarat mustahil’ adalah jurus retorika klasik — bahkan muncul dalam kisah Raja Sulaiman & kisah Nasruddin Hoja yang dikenal luas di dunia Islam.

• Cerita jenaka (わらばなし) adalah salah satu dari tiga jenis besar 昔話むかしばなし Jepang, bersama kisah hewan dan kisah ajaib — berfungsi menghibur sekaligus mengajar.