Bab 29

昔話(むかしばなし)· Cerita Rakyat Lintas-Zaman

酒買さけか小僧こぞう

Biksu Cilik yang Membeli Sake

Dahulu, di sebuah kedai sake, hampir setiap malam datang seorang biksu cilik untuk membeli sake. Selalu pada jam yang sama, meletakkan uang yang sama, lalu pulang sambil menunduk hormat dengan sopan.

Namun, begitu pagi tiba, uang di dalam kotak uang entah sejak kapan telah berubah menjadi dedaunan. “Hm, biksu cilik yang aneh,” gumam sang pemilik kedai sambil memiringkan kepala bingung.

Suatu malam, sang pemilik diam-diam membuntuti si biksu cilik. Si biksu masuk ke pedalaman gunung, dan di dekat sebuah bangunan keramat tua, pluk! — ia berubah kembali menjadi seekor musang (tanuki) tua.

Sang tanuki rupanya membawa sake yang dibelinya itu dengan lembut ke mulut ibu tanuki yang sudah tua dan terbaring sakit. “Bu, ini sake kesukaanmu. Cepatlah sembuh, ya.”

Melihat itu, rasa marah sang pemilik lenyap sama sekali. Meski uangnya hanya dedaunan, hati yang menyayangi orang tua itu sungguh nyata — demikian ia merasakannya.

Sejak malam berikutnya, sang pemilik diam-diam membekali si biksu cilik dengan sake bermutu tinggi, tanpa memungut bayaran sepeser pun.

Lama-kelamaan ibu tanuki pun sembuh, dan suatu malam si biksu cilik menumpuk berkarung-karung berangan dan jamur setinggi gunung di depan kedai, lalu menunduk dalam-dalam dan menghilang.

Meski wujudnya musang, hatinya lebih lembut daripada manusia — kisah ini dengan halus menyampaikan kehangatan budi dan belas kasih.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
酒屋さかやN2kedai/penjual sake
小僧こぞう専門biksu cilik; bocah pelayan
刻げんこくげんN1saat/jam yang ditentukan
頭を下げるあたまをさげるN3menunduk hormat
翌朝よくあさN2keesokan pagi
木の葉このはN2dedaunan
首をかしげるくびをかしげるN1memiringkan kepala (heran/bingung)
ほこら専門bangunan keramat kecil
たぬきN1tanuki (musang anjing)
病に伏せるやまいにふせるN1terbaring sakit
年老いるとしおいるN1menua, menjadi renta
運ぶはこぶN4membawa, mengangkut
本物ほんものN3asli, sejati
上等じょうとうN2bermutu tinggi
くりN2berangan, kastanya
きのこきのこN3jamur
積み上げるつみあげるN2menumpuk tinggi
情けなさけN1belas kasih, iba
おんN1budi, kebaikan
やさしいやさしいN4lembut, baik hati
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

PERLU VERIFIKASI  Motif yang tersebar, versi beragam. Kisah ‘makhluk menyamar membeli sake/sesuatu, membayar dengan daun’ amat umum dalam 昔話むかしばなし (kadang pelakunya たぬき, kadang きつね). Tak ada satu teks baku berjudul ‘Sakekai Kozō’; versi di atas adalah penceritaan ulang orisinal bertema bakti pada orang tua. (Perlu verifikasi sumber spesifik.)

たぬき & daun yang menjadi uang. Tanuki dalam folklor Jepang terkenal suka menjelma dan ‘membayar dengan daun yang tampak seperti uang’ (のおかね). Ia umumnya tokoh nakal yang lucu — bukan jahat — sehingga cocok untuk kisah berpesan hangat.

Bakti & belas kasih. Inti penceritaan ulang ini adalah 親孝行おやこうこう (bakti kepada orang tua) — nilai yang dijunjung tinggi di Jepang dan Indonesia. Bahwa seekor ‘monster’ pun berbakti membuat pesannya makin menyentuh; bdk. empati pada yōkai di [[cow-woman]].

恩返し yang berbalas. Akhir kisah — tanuki menumpahkan hasil hutan sebagai balas budi — mengulang pola kebaikan dibalas kebaikan yang menjadi urat nadi cerita rakyat Jepang (bdk. [[grateful-crane]]).

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Dalam folklor Jepang, tanuki sering digambarkan menipu dengan ‘uang daun’ — daun yang disihir agar tampak seperti koin, tetapi kembali menjadi daun keesokan harinya.

• Patung tanuki berperut buncit memegang botol sake & buku utang adalah jimat keberuntungan populer di depan kedai & restoran Jepang — melambangkan kemurahan rezeki.

• Tema ‘membeli sake/obat untuk orang tua yang sakit’ adalah motif 親孝行おやこうこう klasik yang muncul di banyak cerita rakyat Asia Timur.