昔、嘘をつかせたら右に出る者がいないという、嘘の名人がいました。その評判は、とうとうお殿様の耳にも届きました。
Dahulu, ada seorang ahli dusta yang konon tak tertandingi dalam berbohong. Kemasyhurannya akhirnya sampai pula ke telinga sang tuan (daimyō).
殿様は名人を城へ呼びつけました。「うわさは聞いておる。どれ、わしをだましてみよ。みごとだませたら褒美を取らせよう。だが、だませなければ牢に入れるぞ。」
Sang tuan memanggil sang ahli ke istana. “Aku sudah mendengar kabarmu. Nah, coba tipu aku. Kalau berhasil mengelabuiku, akan kuberi hadiah. Tetapi kalau gagal, kau kumasukkan penjara.”
名人は困った顔をして言いました。「これは困りました、お殿様。実は今日は、嘘をつくための大事な巻物を、家に忘れてまいりました。」
Sang ahli memasang wajah kebingungan dan berkata, “Wah, celaka, Tuanku. Sebenarnya hari ini saya lupa membawa gulungan penting untuk berbohong — tertinggal di rumah.”
「ほう、嘘の巻物とな。」「はい。あれがなければ、上手な嘘はとてもつけませぬ。どうか馬と路銀をお貸しください。急いで取りに戻ってまいります。」
“Oh, gulungan dusta, ya?” “Benar. Tanpa gulungan itu, saya sama sekali tak bisa berbohong dengan baik. Mohon pinjamkan saya kuda dan bekal perjalanan. Saya akan bergegas pulang mengambilnya.”
殿様は、立派な馬と、たっぷりの金を名人に持たせました。「よし、早く戻って、わしを存分にだましてみせよ。」
Sang tuan pun membekali sang ahli dengan kuda yang bagus dan uang yang melimpah. “Baik, cepatlah kembali, dan kelabuilah aku sepuasmu.”
ところが、名人はいつまでたっても戻ってきません。一日待っても、二日待っても、姿を見せないのです。
Namun, sang ahli tak kunjung kembali betapapun lama ditunggu. Ditunggu sehari, ditunggu dua hari, ia tak juga menampakkan batang hidungnya.
そこでようやく、殿様ははっと気づきました。「巻物などはじめから、ありはせぬ。わしは、まんまとだまされたのだ!」――そう、名人は一言も「嘘」とは言わずに、殿様をだましきったのでした。
Barulah saat itu sang tuan tersentak sadar. “Gulungan itu sejak awal memang tak pernah ada. Aku telah ditipu mentah-mentah!” — Ya, tanpa sepatah kata pun menyebut “bohong”, sang ahli telah mengelabui sang tuan dengan sempurna.
やがて戻ってきた名人に、殿様は苦笑いしながら褒美を与えました。「みごとだまされたわ。さすがは名人よ。」嘘も使いようでは芸になる――そんな愉快な話です。
Ketika sang ahli akhirnya kembali, sang tuan memberinya hadiah sambil tersenyum kecut. “Aku benar-benar tertipu. Pantas saja kau disebut sang ahli.” Bohong pun, bila dipakai dengan cara yang tepat, bisa menjadi sebuah seni — sebuah kisah yang menggelikan.
MUKASHIBANASHI(昔話) Kisah jenaka ‘ahli dusta’. Motif 嘘つき名人 (master pembohong yang menipu penguasa) adalah pola 笑い話 (kisah lucu) yang umum di Jepang, dengan banyak varian. Versi di atas adalah penceritaan ulang orisinal — sengaja dibuat ‘bersih’ (sang tuan tetap memberi hadiah).
Bohong tanpa berbohong. Keindahan kisah ini: sang ahli tak pernah mengucapkan kebohongan terang-terangan; ia hanya membuat sang tuan menyimpulkan sendiri hal yang keliru. Inilah inti kecerdikan (頓智) — bdk. [[bring-that-mountain]].
Catatan moral. Tentu, kisah ini bukan ajakan berbohong. Dalam tradisi 笑い話, ‘sang penipu’ adalah tokoh jenaka yang menyindir kesombongan penguasa — humornya terletak pada akal yang mengalahkan kuasa, bukan pada pujian terhadap dusta itu sendiri.
Fungsi sosial cerita lucu. Di masyarakat berhierarki ketat seperti Jepang feodal, 笑い話 menjadi ‘katup pelepas’: lewat tawa, rakyat kecil membayangkan kemenangan akal atas kuasa — tanpa benar-benar menantangnya.
知っていましたか? — Tahukah kamu?
• Kisah ‘pembohong ulung mengelabui raja/tuan’ ada di seluruh dunia — mis. tokoh penipu cerdik dalam dongeng Eropa & kisah Abu Nawas yang akrab di dunia Melayu-Islam.
• Di Jepang, 1 April (April Mop) disebut 四月馬鹿 atau エイプリルフール — hari ketika ‘bohong yang tidak merugikan’ diperbolehkan untuk bercanda.
• Cerita ‘ahli dusta’ mengajarkan secara halus tentang berpikir kritis: jangan tergesa menyimpulkan, sebab sering kali kita tertipu oleh asumsi kita sendiri — bukan oleh kata-kata orang lain.