源平の戦いの最後、壇ノ浦の海で平家の一族は滅び、幼い安徳天皇も波に沈みました。その近くの阿弥陀寺に、芳一という目の見えない琵琶法師が住んでいました。芳一は「平家物語」を語らせれば、右に出る者がいないほどの名手でした。
Di penghujung Perang Genpei, di laut Dan-no-ura, klan Heike binasa, dan Kaisar cilik Antoku pun tenggelam ke dalam ombak. Di dekat sana, di kuil Amidaji, tinggallah seorang pendeta-biwa buta bernama Hōichi. Bila menchanting “Hikayat Heike”, tak ada yang sanggup menandinginya — ia maestro sejati.
ある夜、住職の留守中、低く重い声が芳一を呼びました。「やんごとなき御方が、お前の演奏を所望である。」武士らしき者に導かれ、芳一は立派な広間で琵琶をかき鳴らしました。壇ノ浦の段を語ると、聴く者たちはすすり泣きました。
Suatu malam, ketika kepala biara sedang pergi, sebuah suara berat dan rendah memanggil Hōichi. “Seorang bangsawan agung menghendaki permainanmu.” Dituntun oleh sosok yang tampak seperti samurai, Hōichi memetik biwa di sebuah aula megah. Saat ia menchanting bagian Dan-no-ura, para pendengar terisak-isak.
「幾夜も来るように。だが、誰にも言うな」と命じられ、芳一は毎晩こっそり抜け出すようになりました。不審に思った住職が男たちに後をつけさせると、芳一は墓地の真ん中、平家の墓の前で、鬼火に囲まれて一人琵琶を弾いていたのです。
Diperintah, “Datanglah beberapa malam lagi. Tapi jangan ceritakan pada siapa pun,” Hōichi mulai menyelinap keluar tiap malam. Curiga, kepala biara menyuruh beberapa orang membuntutinya — dan mereka mendapati Hōichi di tengah pekuburan, di depan makam-makam Heike, dikelilingi api-hantu, seorang diri memetik biwa.
住職は悟りました。平家の亡霊が芳一を惑わしており、このままでは命を取られてしまう、と。そこで芳一の体中に、魔よけの「般若心経」を墨で書きつけ、こう言いました。「今夜呼ばれても、声を出さず、身動きせずにいなさい。」
Kepala biara pun sadar: arwah Heike telah memperdaya Hōichi, dan bila dibiarkan, nyawanya akan direnggut. Maka ia menuliskan Sutra Hati (Hannya Shingyō) penangkal roh dengan tinta ke sekujur tubuh Hōichi, lalu berpesan, “Malam ini, sekalipun engkau dipanggil, jangan bersuara dan jangan bergerak sedikit pun.”
その夜、ふたたび武士の声が「芳一!」と呼びました。けれど返事はありません。声の主が探すと、暗闇の中に、ただ二つの耳だけが浮かんで見えました。住職が、耳にだけ経を書き忘れていたのです。
Malam itu, suara samurai kembali memanggil, “Hōichi!” Namun tak ada sahutan. Ketika si empunya suara mencari, di dalam kegelapan hanya tampak dua buah telinga yang mengambang. Rupanya kepala biara lupa menuliskan sutra — tepat di kedua telinga itu.
「証に、せめてこの耳を持ち帰ろう。」そう言うなり、武士は芳一の両耳を引きちぎりました。芳一は激痛に耐え、声ひとつ立てずにじっとしていました。
“Sebagai bukti, setidaknya kubawa pulang telinga ini.” Begitu berkata, sang samurai merenggut putus kedua telinga Hōichi. Hōichi menahan nyeri yang amat sangat, diam membatu tanpa mengeluarkan satu suara pun.
夜が明け、戻った住職は血まみれの芳一を見て、自分の過ちを悔やみ、手厚く傷を手当てしました。やがて傷は癒え、「耳なし芳一」の名は遠くまで知れわたりました。彼の琵琶を聞こうと多くの人が訪れ、芳一は名声を得たのです。
Fajar menyingsing; kepala biara yang kembali melihat Hōichi bersimbah darah, menyesali kelalaiannya, lalu merawat lukanya dengan saksama. Luka itu pun sembuh, dan nama “Hōichi si Tanpa Telinga” termasyhur hingga jauh. Banyak orang datang ingin mendengar biwa-nya, dan Hōichi pun memperoleh ketenaran.
怪談(LEGENDA HANTU) Legenda hantu (怪談). Kisah Mimi-nashi Hōichi sudah lama beredar di Jepang, tetapi versi yang mendunia ditulis Lafcadio Hearn (Koizumi Yakumo) dalam Kwaidan (1904), lalu difilmkan Kobayashi (1964). Ini cerita rakyat/legenda — namun latarnya berpijak pada peristiwa sejarah yang nyata.
Latar sejarah yang nyata. Pertempuran 壇ノ浦 (Dan-no-ura, 1185) benar-benar mengakhiri 源平 (Perang Genpei): klan 平家 (Taira) hancur, dan Kaisar Antoku yang baru berusia enam tahun tenggelam dalam dekapan neneknya. Trauma kekalahan inilah yang melahirkan kepercayaan akan arwah Heike yang gentayangan di selat Shimonoseki.
琵琶法師 & Heikyoku. Hōichi mewakili tradisi nyata para biwa hōshi: pendeta-pengelana buta yang menchanting 平家物語 diiringi 琵琶. Lewat merekalah epik kejatuhan Heike disebarkan dari mulut ke mulut selama berabad-abad sebelum dibukukan.
Jejak yang nyata. Di Shimonoseki berdiri 赤間神宮 (Akama Jingū, dahulu kawasan Amidaji) yang memuliakan Kaisar Antoku, lengkap dengan makam para Heike dan sebuah aula peringatan Hōichi. Konon kepiting Heikegani di laut sekitar — bercangkang serupa wajah marah — dianggap penjelmaan arwah para prajurit Heike.
知っていましたか? — Tahukah kamu?
• Sutra yang dituliskan ke tubuh Hōichi adalah 般若心経 (Sutra Hati) — teks Buddha paling ringkas dan paling sering dilafalkan di Asia Timur sebagai penolak bala.
• Lafcadio Hearn, penulis versi termasyhurnya, adalah orang Barat (kelahiran Yunani-Irlandia) yang menjadi warga Jepang dengan nama 小泉八雲 (Koizumi Yakumo); kumpulan Kwaidan-nya memperkenalkan hantu-hantu Jepang ke dunia.
• Kepiting 平家蟹 (Heikegani) bercorak punggung mirip wajah samurai yang meringis; nelayan dahulu melepasnya kembali ke laut, dan legenda menyebutnya jelmaan prajurit Heike yang gugur di Dan-no-ura.