Bab 15

室町・戦国・安土桃山 · Muromachi–Sengoku

岩佐又兵衛いわさまたべえ

Iwasa Matabei — Sang Pelukis, Satu-satunya yang Selamat

Di zaman Sengoku, sang panglima Araki Murashige memberontak terhadap tuannya, Oda Nobunaga. Namun bentengnya jatuh, dan hampir seluruh keluarganya direnggut nyawanya.

Hanya satu orang yang selamat: anak Murashige yang masih bayi. Dipeluk diam-diam oleh inang pengasuhnya, ia disembunyikan di sebuah kuil, lalu tumbuh dengan menyandang marga ibunya, “Iwasa”. Inilah yang kelak bernama Matabei.

Tumbuh dengan memikul bayang-bayang keluarganya yang telah binasa, Matabei menemukan jalannya bukan pada pedang, melainkan pada kuas. Melukis — itulah yang menjadi jalan hidupnya.

Matabei mempelajari teknik mazhab Tosa dan Kanō yang penuh tradisi, lalu membangun gaya lukisnya sendiri. Tokoh-tokoh berkepala besar dengan ekspresi kaya — sosok yang tampak hidup — itulah ciri khas lukisannya.

Lukisannya yang menggambarkan kisah-kisah klasik dan para penyair berbeda dari lukisan lama yang kaku formal — ia bahkan terasa menghidupkan tarikan napas manusianya.

Orang-orang di kemudian hari menyebut Matabei sebagai “bapak ukiyo-e”. Namun, ada pula pendapat yang membantahnya — sebuah teori bahwa ia tertukar dengan tokoh legendaris “Matabei dari Dunia Mengambang” yang muncul dalam lakon panggung.

Apa pun kebenarannya, kuas Matabei menangkap kegembiraan hidup orang-orang biasa, dan kelak menyambung ke lukisan rakyat Edo yang akan mekar mewah.

Satu-satunya yang tersisa dari sebuah keluarga samurai yang binasa, dalam dunia seni lukis justru menjadi jembatan yang menghubungkan zaman lama dengan zaman baru — mengubah kepedihan menjadi keindahan.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
主君しゅくん専門tuan junjungan (yang diabdi)
反旗はんきN1panji pemberontakan
赤子あかごN1bayi
乳母うばN1inang pengasuh
かくまうかくまうN1menyembunyikan, melindungi (pelarian)
せいN2marga, nama keluarga
背負うせおうN2memikul (di punggung); menanggung
見いだすみいだすN1menemukan, mendapati
伝統でんとうN2tradisi
独自どくじN1khas tersendiri, orisinal
画風がふうN1gaya lukis
表情ひょうじょうN2ekspresi wajah
特徴とくちょうN2ciri khas
形式けいしきN2bentuk formal, format
浮世絵うきよえ専門ukiyo-e — lukisan ‘dunia mengambang’
N1leluhur; pendiri, bapak (suatu hal)
異論いろんN1pendapat berbeda, bantahan
混同こんどうN1mencampuradukkan, mengelirukan
庶民しょみんN1rakyat jelata
生き残りいきのこりN2orang yang selamat, sintas
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

SEJARAH(歴史)  Tokoh sejarah nyata. 岩佐又兵衛いわさまたべえ (1578–1650) adalah pelukis nyata awal zaman Edo. Ayahnya, 荒木村重あらきむらしげ, benar-benar memberontak melawan Oda Nobunaga; klan Araki dihancurkan, dan menurut catatan, hanya Matabei (saat itu bayi) yang diselamatkan pengasuhnya — lalu memakai marga ibunya, Iwasa.

“Bapak ukiyo-e” — dengan perdebatan. Banyak yang menyebut Matabei sebagai perintis 浮世絵うきよえ. Namun sebagian ahli membantah: ia lebih tepat disebut pelukis aliran 土佐とさ yang melayani kaum atas, dan julukan itu mungkin lahir dari kekeliruan dengan tokoh panggung bernama “Ukiyo Matabei”. Kami sajikan keduanya secara jujur.

Perpaduan dua mazhab. Gaya Matabei memadukan keanggunan 土佐とさ (Tosa) dan kekuatan 狩野かのう (Kanō), dengan figur berkepala besar yang ekspresif dan hidup. Inilah yang menjadikannya jembatan menuju seni rakyat Edo, sekalipun ‘gelar bapak ukiyo-e’ masih diperdebatkan.

Mengubah luka jadi seni. Daya tarik kisah Matabei adalah kelahiran kembali: anak satu-satunya yang lolos dari pemusnahan sebuah wangsa samurai, lalu mengukir nama abadi bukan dengan pedang, melainkan dengan kuas — paralel dengan jalan budaya [[imagawa-ujizane]].

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Salah satu karya yang dikaitkan dengan Matabei adalah gulungan bergambar (絵巻えまき) yang panjang dan dramatis; figur-figurnya yang berkepala besar dan ekspresif sangat khas dan mudah dikenali.

• Pemberontakan ayahnya, Araki Murashige, di Benteng Arioka (1578) adalah salah satu pengkhianatan paling terkenal terhadap Nobunaga — dan pembalasan Nobunaga terhadap keluarga Araki tercatat amat kejam.

Ukiyo-e (浮世絵) — “gambar dunia yang mengambang” — kelak menjadi seni rakyat Edo yang melahirkan Hokusai & Hiroshige, dan turut mengilhami para pelukis Impresionis Eropa abad ke-19.