Bab 14

室町・戦国・安土桃山 · Muromachi–Sengoku

仙石秀久せんごくひでひさ

Sengoku Hidehisa — Jatuh dari Puncak, Bangkit dari Aib

Sengoku Hidehisa adalah panglima yang bangkit dari kedudukan rendah dan menjadi salah satu pengikut lama Toyotomi Hideyoshi. Di antara para pengikut Hideyoshi, ia termasuk yang pertama diangkat menjadi daimyō.

Pada tahun 1587, Hideyoshi mempercayakan Hidehisa memimpin pasukan untuk menyerang kekuatan besar Kyushu, klan Shimazu. Di pihaknya ada pula Chōsokabe Motochika.

Motochika menasihatkan kehati-hatian: “Jangan bergerak gegabah, kokohkan dulu pertahanan.” Namun Hidehisa, tergesa mengejar jasa, malah menyeberangi Sungai Hetsugi dan melancarkan serangan yang nekat.

Menghadapi taktik andalan Shimazu — “tsuribuse”, memancing musuh masuk lalu mengepungnya dengan pasukan penyergap — pihak Hidehisa berantakan total. Putra mahkota Motochika pun gugur, dan mereka menderita kekalahan telak.

Murka, Hideyoshi mencabut seluruh wilayah dan kedudukan Hidehisa. Dari seorang daimyō, sekejap ia jatuh: hanya karena satu kesalahan, Hidehisa kehilangan segalanya.

Namun Hidehisa tak menyerah. Dalam penyerbuan Odawara tahun 1590, demi merebut kembali kehormatannya, ia tampil mencolok di garis depan dan bertempur mati-matian. Jerih payahnya itu akhirnya diakui.

Hidehisa pun kembali bersinar sebagai daimyō di Komoro. Kelak ia juga mengabdi pada Tokugawa; setelah Sekigahara, ia bahkan disebut turut menjadi penengah bagi Tokugawa Hidetada yang dimarahi karena terlambat tiba.

Hidehisa, yang menebus satu kegagalan besar dengan kerja keras dan keberanian. Cara hidupnya seakan berbicara pula kepada kita yang hidup hari ini: “Kegagalan bukanlah akhir.”

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
身を起こすみをおこすN1bangkit (dari kedudukan rendah)
家来けらい専門pengikut, abdi
取り立てるとりたてるN1mengangkat (jabatan); menagih
強豪きょうごうN1kekuatan/jagoan tangguh
指揮しきN1komando, memimpin
慎重しんちょうN2hati-hati, cermat
焦るあせるN2tergesa-gesa, gelisah
攻撃こうげきN2serangan
仕掛けるしかけるN1melancarkan, memasang (jebakan/serangan)
伏兵ふくへいN1pasukan penyergap, sergapan
戦法せんぽうN1taktik perang
敗北はいぼくN1kekalahan
激怒げきどN1murka, sangat marah
地位ちいN2kedudukan, status
名誉めいよN1kehormatan, nama baik
奮戦ふんせんN1bertempur mati-matian
返り咲くかえりざくN1kembali berjaya, comeback
遅参ちさんN1terlambat tiba
努力どりょくN3usaha, kerja keras
勇気ゆうきN3keberanian
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

SEJARAH(歴史)  Tokoh sejarah nyata. 仙石秀久せんごくひでひさ (1552–1614) adalah salah satu pengikut tertua Hideyoshi dan yang pertama di antara mereka diangkat menjadi daimyō. Kekalahannya di 戸次川へつぎがわ (Hetsugigawa, 1587) melawan Shimazu, dan pemecatannya oleh Hideyoshi, benar-benar tercatat.

Taktik “野伏のぶせ”. Klan 島津しまづ dari Satsuma masyhur dengan tsuribuse: sengaja memancing musuh maju, lalu pasukan tersembunyi mengepung dari sayap. Inilah yang menghancurkan pasukan Hidehisa — sebuah pelajaran klasik tentang bahaya gegabah meremehkan lawan.

Aib & penebusan. Inti kisah Hidehisa adalah kebangkitan dari kegagalan: dari daimyō menjadi orang buangan, lalu meraih kembali kehormatan lewat keberanian di Odawara (1590) hingga diangkat sebagai tuan 小諸こもろ (Komoro). Tema penebusan ini menjadikannya pahlawan ‘underdog’ yang membumi.

Hidup kedua di manga. Kisah jatuh-bangun Hidehisa diangkat dalam manga panjang 「センゴク」 (Sengoku) karya Hisashi Miyashita — yang menjadikannya teladan modern: seseorang dinilai bukan dari kegagalannya, tetapi dari bagaimana ia bangkit sesudahnya. Bdk. [[oda-ujiharu]] yang juga ‘kalah tapi tak menyerah’.

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Dalam Pertempuran Hetsugigawa, kekalahan akibat kegegabahan Hidehisa ikut menewaskan Chōsokabe Nobuchika, putra mahkota Chōsokabe Motochika — pukulan yang konon mematahkan semangat sang ayah seumur hidup.

• Konon di Odawara, Hidehisa sengaja tampil amat mencolok (legenda menyebut lonceng/atribut menyolok) agar keberaniannya terlihat jelas — sebuah ‘taruhan reputasi’ yang berhasil mengembalikan namanya.

• Manga 「センゴク」 menjadikan Hidehisa terkenal kembali di Jepang modern justru karena ia bukan jenius sempurna seperti Nobunaga — melainkan manusia biasa yang gagal lalu berjuang bangkit.