Bab 16

江戸(えど)· Edo 1603–1868

ジャガタラお春ジャガタラおはる

Oharu dari Jakarta — Gadis yang Diasingkan ke Batavia

Jepang zaman Edo memilih jalan menutup negeri — “sakoku” (isolasi). Karena kebijakan itu, ada orang-orang yang nasibnya berubah selamanya: anak-anak yang lahir dari ayah orang asing dan ibu orang Jepang.

Di dekat Nagasaki, hiduplah seorang gadis bernama Oharu. Ayahnya seorang kapten kapal berdarah Italia, dan ibunya orang Jepang.

Pada tahun 1639, keshogunan memerintahkan agar anak-anak semacam itu beserta ibu mereka diusir ke luar negeri. Oharu yang baru berusia sekitar empat belas tahun pun dinaikkan ke sebuah kapal Belanda.

Kapal itu akhirnya tiba di “Batavia” yang jauh di selatan — yang kini bernama Jakarta, Indonesia. Sebuah negeri tropis yang panas, dunia yang sama sekali berbeda dari kampung halamannya.

Di negeri asing itu, Oharu hidup dengan tangguh. Ia menikah di tengah orang-orang yang berbeda bahasa dan adat, dan menurut penelitian belakangan, ia bahkan berhasil dalam usaha dagang dan menjadi perempuan yang mandiri.

Namun begitu, hati Oharu kerap melayang ke Jepang. Surat-surat yang dikirim para orang buangan ke kampung halaman disebut “Jagatara-bumi” (surat-surat dari Jakarta), penuh kerinduan pilu akan negeri yang takkan pernah bisa mereka tinggali lagi.

“Aku rindu Jepang” — di bawah langit selatan yang jauh, dalam surat-surat itu tertuang kerinduan akan pergantian empat musim dan akan bahasa ibunda.

Oharu mengakhiri seluruh hidupnya di Batavia. Kisahnya yang menjembatani Jepang dan Indonesia menyampaikan kepada kita kini: bagaimana kebijakan sebuah negara dapat mengubah nasib manusia, dan bagaimana manusia tetap bisa hidup tegar betapapun jauh dari kampung halaman.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
鎖国さこく専門sakoku — politik isolasi (Edo)
運命うんめいN2nasib, takdir
出身しゅっしんN3berasal dari
船長せんちょうN2kapten kapal
幕府ばくふ専門keshogunan, pemerintahan bakufu
国外こくがいN2luar negeri
追放ついほうN1pengusiran, pembuangan
たどり着くたどりつくN1akhirnya sampai (setelah susah payah)
南国なんごくN1negeri (beriklim) selatan/tropis
故郷こきょうN2kampung halaman
異国いこくN1negeri asing
たくましいたくましいN1tangguh, kukuh
習慣しゅうかんN3kebiasaan, adat
自立じりつN1mandiri, berdiri sendiri
商売しょうばいN2usaha dagang, bisnis
切ないせつないN1pilu, sesak (rindu/sedih)
懐かしむなつかしむN1merindukan (kenangan)
四季しきN1empat musim
政策せいさくN1kebijakan (pemerintah)
結ぶむすぶN2mengikat, menghubungkan
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

SEJARAH(歴史)  Tokoh sejarah nyata. ジャガタラお春ジャガタラおはる (Oharu, nama baptis Jeronima) adalah putri seorang kapten berdarah Italia dan ibu Jepang. Pada 1639, di bawah dekret 鎖国さこく (isolasi), ia termasuk 32 orang keturunan campuran yang diasingkan dari Hirado ke Batavia (Jakarta) di atas kapal VOC Belanda.

Jembatan Jepang–Indonesia. Batavia adalah ibu kota Hindia-Belanda — kini Jakarta. Maka kisah Oharu menautkan langsung sejarah Jepang dengan tanah air pembaca: pada abad ke-17, gadis Jepang ini menjalani hidupnya di kota yang sama tempat kita berpijak hari ini. Riset mutakhir menunjukkan ia sukses berdagang dan hidup mandiri di Batavia.

PERLU VERIFIKASI  Catatan kehati-hatian. Surat ジャガタラ文ジャガタラぶみ yang paling termasyhur dan puitis — ratapan rindu “日本恋しや” — kemungkinan besar adalah gubahan sastra yang lebih belakangan, bukan tulisan asli Oharu. Yang pasti secara sejarah adalah pengasingannya. Kami sajikan kerinduan itu sebagai motif nasib para buangan, bukan sebagai kutipan harfiah Oharu. (Perlu verifikasi lebih lanjut atas teks suratnya.)

Harga sebuah kebijakan. Kisah ini memperlihatkan sisi manusiawi 鎖国さこく: demi “memurnikan” negeri, ratusan anak dipisahkan dari satu-satunya tanah air yang mereka kenal. Tema perpisahan paksa & kerinduan ini bergema dengan banyak kisah diaspora di dunia.

知っていましたか? — Tahukah kamu?

Batavia adalah nama kolonial Belanda untuk Jakarta (1619–1942). Jadi ketika sumber Jepang menyebut お春 “diasingkan ke ジャガタラ (Jagatara)”, yang dimaksud adalah Jakarta tempat kita berada kini.

• Bersama Oharu, sekitar 32 orang keturunan campuran beserta ibu mereka diasingkan dari Hirado pada 1639 — sebuah rombongan kecil yang menjadi simbol kerasnya politik isolasi Edo.

• Kisah Oharu diangkat ke novel, lagu, hingga panggung Takarazuka di Jepang (“Jagatara-bumi”) — menjadikannya wajah paling dikenang dari para “anak yang terbuang” akibat sakoku.