平安の都に、情熱の歌人・和泉式部がいました。彼女は、愛した為尊親王を亡くし、深い悲しみの日々を過ごしていました。
Di ibu kota Heian, hiduplah seorang penyair yang penuh gelora, Izumi Shikibu. Ia baru saja kehilangan kekasih yang dicintainya, Pangeran Tametaka, dan melewati hari-hari dalam kesedihan yang dalam.
ある初夏の日、亡き親王の弟・敦道親王の使いが、一枝の橘の花を届けに来ました。橘の香りは、昔の人を思い出させる花として知られていました。
Suatu hari di awal musim panas, seorang utusan dari adik mendiang pangeran — Pangeran Atsumichi — datang mengantar setangkai bunga jeruk (tachibana). Aroma tachibana sejak lama dikenal sebagai bunga yang membangkitkan kenangan akan orang dari masa lalu.
和泉式部は、その香りに胸を動かされ、一首の歌を返しました。すると親王も歌を返し、こうして二人の歌のやり取りが始まったのです。
Hati Izumi tergerak oleh aroma itu, dan ia membalas dengan sebait waka. Sang pangeran pun membalas dengan puisi pula, dan demikianlah dimulai saling-berbalas puisi di antara mereka berdua.
手紙と歌は幾度も交わされました。親王の心は近づいたり遠ざかったりし、和泉式部は喜びと不安の間で揺れ動きました。身分の違いも、世間の噂も、二人の間に影を落としていたのです。
Surat dan puisi berkali-kali bertukar. Hati sang pangeran kadang mendekat, kadang menjauh, dan Izumi terombang-ambing antara suka dan gelisah. Perbedaan derajat maupun gunjingan orang ramai sama-sama membayangi hubungan mereka.
それでも、親王の想いは次第に深まっていきました。人目を忍んで通い、夜ごとに歌を語り合ううちに、二人の絆は強くなっていきます。
Meski begitu, perasaan sang pangeran kian mendalam. Ia datang sembunyi-sembunyi dari mata orang, dan malam demi malam mereka saling berbagi puisi, hingga ikatan keduanya semakin kuat.
ついに親王は、和泉式部を自分の邸に迎え入れました。けれども、それを恥と感じた親王の正妻は、ついに屋敷を去っていったのです。
Akhirnya sang pangeran membawa Izumi tinggal di kediamannya. Namun, istri utama sang pangeran yang merasa terhina atas hal itu, pada akhirnya meninggalkan rumah tangga itu.
この九ヶ月ほどの恋の移ろいを、和泉式部は百を超える繊細な歌とともに日記に書き留めました。それが「和泉式部日記」です。
Pasang-surut cinta selama kira-kira sembilan bulan itu dicatat Izumi dalam buku harian, lengkap dengan lebih dari seratus waka yang halus. Itulah “Izumi Shikibu Nikki” (Buku Harian Izumi Shikibu).
偽りのない情熱を歌った和泉式部は、平安を代表する女流歌人の一人となりました。恋と無常をうたった彼女の歌は、千年を経た今も人の心を打ちます。
Izumi yang menyenandungkan gairah tanpa kepura-puraan menjadi salah satu penyair perempuan terkemuka zaman Heian. Sajak-sajaknya tentang cinta dan kefanaan masih menyentuh hati orang hingga seribu tahun kemudian.
SASTRA(日記文学) Karya sastra nyata, bukan mitos. 和泉式部日記 adalah 日記文学 (sastra buku harian) dari awal abad ke-11, menuturkan kisah cinta nyata penyair 和泉式部 dengan 敦道親王 (Pangeran Atsumichi, 981–1007). Menariknya, ia ditulis dengan sudut pandang orang ketiga, dan memuat lebih dari seratus waka.
Lambang 橘. Pembuka kisah ini — setangkai bunga jeruk yang dikirim sang pangeran — bukan kebetulan. Dalam puisi klasik Jepang, aroma tachibana adalah isyarat baku untuk mengenang orang dari masa silam. Lewat satu bunga, sang pangeran sekaligus menyinggung mendiang kakaknya dan membuka pintu hati Izumi — kepiawaian berbahasa khas budaya istana Heian.
Skandal & derajat. Sebelumnya Izumi menjalin kasih dengan 為尊親王 (kakak Atsumichi); hubungan itu memicu skandal hingga ia diceraikan dan dikucilkan keluarganya. Kisahnya memperlihatkan betapa cinta lintas-derajat berbenturan keras dengan tata krama kaku istana. Penguasa 藤原道長 konon menjulukinya “sang perempuan yang berpaling-paling”.
Penyair besar. Izumi termasuk 中古三十六歌仙 (36 Penyair Abadi abad pertengahan) dan banyak dianggap penyair perempuan terbesar Heian. Ia sezaman dengan 紫式部 — yang dalam buku hariannya pun berkomentar tentang Izumi. Lihat [[murasaki-shikibu]].
知っていましたか? — Tahukah kamu?
• Buku harian ini ditulis dengan kata ganti orang ketiga — Izumi menyebut dirinya sendiri sebagai “sang perempuan” (女) — sehingga sebagian ahli dahulu meragukan apakah ia benar-benar penulisnya; kini umumnya diterima sebagai karyanya.
• Aroma 橘 (jeruk) sebagai pemicu kenangan berakar pada sebuah waka termasyhur dari Kokin Wakashū; isyarat bunga & aroma adalah “bahasa rahasia” yang dipahami kaum bangsawan Heian.
• Izumi Shikibu meninggalkan sekitar 240 waka dan dua kumpulan puisi pribadi (家集); sajak-sajaknya tentang cinta dan kefanaan tetap dikutip hingga kini.