Bab 12

室町・戦国・安土桃山 · Muromachi–Sengoku

前田慶次まえだけいじ

Maeda Keiji — Sang Kabukimono, Samurai Paling Nyentrik

Di zaman Sengoku, ada orang-orang yang disebut “kabukimono”: mereka berpenampilan mencolok, tak terikat tatanan umum masyarakat, dan hidup menurut estetika mereka sendiri. Tokoh paling termasyhur di antaranya adalah Maeda Keiji.

Tinggi besar, bertenaga luar biasa, kaya akal, dan gemar busana yang nyentrik. Keiji mengabdi pada pamannya, Maeda Toshiie, tetapi adat yang kaku tak cocok dengan wataknya.

Ada satu anekdot termasyhur. Di suatu hari yang dingin, Keiji mengajak pamannya yang kaku itu dengan dalih “mandi air hangat”. Padahal airnya dingin membeku. Membiarkan Toshiie marah-marah, Keiji melompat ke atas kuda perkasanya dan berlalu — kabur meninggalkan keluarga Maeda untuk selamanya.

Keiji pun pergi ke ibu kota Kyoto, bergaul dengan para penyair dan pujangga, dan hidup bebas bersama kuda kesayangannya, Matsukaze. Ia sosok langka yang unggul baik dalam ilmu perang maupun seni budaya.

Kemudian Keiji berjodoh hati dengan Naoe Kanetsugu dari keluarga Uesugi. Terpikat oleh wataknya yang menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan, Keiji pun bergabung dengan Uesugi.

Sekitar masa Pertempuran Sekigahara, dalam Pertempuran Hasedō, ketika pasukan Uesugi mundur, Keiji bertugas sebagai penjaga barisan belakang. Menurut legenda, dengan hanya segelintir penunggang kuda, ia menerjang pasukan pengejar dan mencerai-beraikan barisan musuh.

Di masa tuanya, Keiji meletakkan pedangnya dan menjalani hidup penuh keanggunan, menikmati waka dan renga (puisi berantai). Sepanjang hayatnya, ia tak pernah menjilat siapa pun, dan teguh memegang estetika hidupnya sendiri.

Mencolok, berani, dan menjunjung kehormatan — Keiji adalah perwujudan utuh jiwa kabukimono. Kelak ia digambarkan dalam manga dan novel, dan hingga kini terus memikat hati banyak orang.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
傾奇者かぶきもの専門kabukimono — orang nyentrik/flamboyan zaman Sengoku
派手はでN2mencolok, flamboyan
常識じょうしきN3akal sehat, kelaziman
美学びがくN1estetika
並外れるなみはずれるN1luar biasa, di luar kelaziman
機知きちN1kecerdasan, kecerdikan
奇抜きばつN1nyentrik, tak terduga
叔父おじN3paman
逸話いつわN1anekdot
尻目にしりめにN1tanpa peduli, sambil mengabaikan
名馬めいばN1kuda unggul/termasyhur
文人ぶんじんN1pujangga, kaum terpelajar/seniman
秀でるひいでるN1unggul, menonjol
意気投合いきとうごうN1langsung akur/sehati
N1kebenaran, kehormatan, kesetiaan
人柄ひとがらN1watak, kepribadian
殿しんがり専門barisan belakang (penjaga saat mundur)
風流ふうりゅうN1anggun, cinta seni/keindahan
貫くつらぬくN1menembus; teguh memegang (pendirian)
大胆だいたんN2berani, nekat
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

SEJARAH+LEGENDA  Nyata, dengan bumbu legenda. 前田慶次まえだけいじ (nama resmi 前田利益まえだとします, ~1543–1612) benar-benar ada dan mengabdi pada Uesugi. Namun banyak kisah heroiknya — terjang seorang diri di Hasedō, lelucon mandi air dingin pada Toshiie — sebagian besar adalah anekdot/legenda yang membesar dari masa ke masa. Bedakan tokoh sejarahnya dari mitos pop-nya.

“Kabukimono” & lahirnya kabuki. 傾奇者かぶきもの berarti orang yang “miring/menyimpang” dari kebiasaan — berbusana nyeleneh dan menantang norma. Dari kata kabuku inilah lahir nama seni teater 歌舞伎かぶき (kabuki). Keiji menjadi ikon semangat ini: bebas, berani tampil beda, namun tetap setia pada kehormatan.

Kuda legendaris Matsukaze. 松風まつかぜ (“angin di rerumpun pinus”) adalah kuda perang Keiji yang termasyhur. Konon ia kuda liar gagah yang tak mau ditunggangi siapa pun — sampai Keiji, yang sama liarnya, berhasil menjinakkannya. Pasangan kuda-dan-penunggang ini menjadi bagian tak terpisahkan dari legendanya.

Hidup kedua di budaya pop. Keiji nyaris terlupakan sampai manga はな慶次けいじ (Hana no Keiji, 1990-an) menghidupkannya kembali sebagai pahlawan rakyat. Kini ia muncul di banyak gim & drama — bukti bahwa karakter ‘pemberontak berhati mulia’ tak lekang oleh zaman. Bdk. semangat budaya di [[imagawa-ujizane]].

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Kata kabukimono (傾奇者) adalah akar nama teater kabuki (歌舞伎) — keduanya berasal dari kata kerja kabuku, “miring/menyimpang dari kelaziman”.

• Manga Hana no Keiji karya Tetsuo Hara (penggambar Hokuto no Ken) dan Keiichiro Ryu-lah yang melambungkan kembali nama Maeda Keiji ke kesadaran publik modern Jepang sejak 1990-an.

• Sahabat Keiji, 直江兼続なおえかねつぐ (Naoe Kanetsugu), terkenal mengenakan helm berlambang aksara 「愛」 (cinta/kasih) — simbol ideal samurai yang memadukan kekuatan dan kebajikan.