常陸の国、小田城の主に、小田氏治という大名がいました。正直に言えば、戦はあまり得意ではありませんでした。
Di Provinsi Hitachi, tuan dari Benteng Oda adalah seorang daimyō bernama Oda Ujiharu. Sejujurnya, ia tidak begitu pandai berperang.
北条、結城、佐竹、上杉――周りの強敵たちは、何度も小田城を奪いました。氏治は、たびたび城を追い出されたのです。
Hōjō, Yūki, Satake, Uesugi — para musuh kuat di sekelilingnya berkali-kali merebut Benteng Oda. Ujiharu pun berulang kali terusir dari bentengnya sendiri.
ところが、そのたびに氏治は戻ってきて、城を取り返しました。しかも、多くは少ない兵で、です。
Namun, setiap kali pula Ujiharu kembali dan merebut bentengnya. Dan lagi, sering kali ia melakukannya dengan jumlah prajurit yang sedikit.
なぜでしょう。じつは氏治は、家臣や領民から不思議なほど愛されていました。城を奪われるたびに、百姓たちまでもが立ち上がり、殿のために城を取り戻そうと力を貸したのです。
Mengapa bisa begitu? Ternyata Ujiharu dicintai pengikut dan rakyatnya secara luar biasa. Setiap kali bentengnya direbut, bahkan para petani pun bangkit dan mengulurkan tenaga untuk merebut kembali benteng demi tuan mereka.
とはいえ、氏治の弱点もはっきりしていました。城に籠もって守るより、外での合戦を好みすぎたのです。あるとき、「城を固めて守りなさい」という家臣の遺言を無視して打って出、また城を失いました。
Meski demikian, kelemahan Ujiharu juga jelas: ia terlalu gemar bertempur di lapangan terbuka daripada bertahan di dalam benteng. Suatu kali, ia mengabaikan pesan terakhir seorang pengikut — “Perkuatlah benteng dan bertahanlah” — lalu menyerbu keluar, dan kehilangan bentengnya lagi.
記録によれば、小田城は九度も奪われ、そのうち八度を取り返したといいます。これほど負け、これほど立ち直った武将は、ほかにいません。
Menurut catatan, Benteng Oda direbut hingga sembilan kali, dan delapan di antaranya berhasil ia rebut kembali. Tak ada panglima lain yang sebanyak itu kalah, sekaligus sebanyak itu bangkit kembali.
やがて豊臣秀吉が天下を統一すると、従わなかった氏治は、ついに領地をすべて没収されました。けれど命だけは許され、戦のない晩年を送りました。
Akhirnya, ketika Toyotomi Hideyoshi menyatukan seluruh negeri, Ujiharu yang tak mau tunduk pun seluruh wilayahnya disita. Namun nyawanya diampuni, dan ia menjalani masa tuanya tanpa peperangan.
「戦国最弱」とまで言われた氏治。けれど、何度倒れても立ち上がり、人に愛され続けたその姿は、今でも多くの人に親しまれています。
Ujiharu bahkan dijuluki “yang terlemah di zaman Sengoku”. Namun sosoknya yang selalu bangkit setiap kali jatuh, dan tetap dicintai orang, hingga kini masih disayangi banyak orang.
SEJARAH(歴史) Tokoh sejarah nyata. 小田氏治 (1534–1602) memerintah Provinsi Hitachi dari 小田城. Catatan menyebut bentengnya jatuh sampai sembilan kali dan ia merebutnya kembali delapan kali — sehingga ia kerap dijuluki “daimyō terlemah Sengoku”. (Jangan keliru: ia bukan dari wangsa Oda Nobunaga.)
Kekuatan sejatinya: kesetiaan. Yang membuat Ujiharu istimewa bukan kemenangan, tetapi betapa rakyat dan pengikutnya menolak menyerah atas dirinya. Berulang kali petani biasa ikut bangkit membantunya merebut benteng — bukti bahwa wibawa seorang pemimpin bisa diukur dari kesetiaan yang ia tumbuhkan, bukan sekadar dari menang-kalah.
Kelemahan yang manusiawi. Sumber menyebut Ujiharu lebih suka bertempur di medan terbuka daripada bertahan — sekali waktu mengabaikan nasihat sekarat penasihatnya, lalu kalah lagi. Kombinasi “sering kalah tetapi selalu bangkit” inilah yang menjadikannya simbol ketahanan (resiliensi), bukan sekadar kegagalan.
Akhir & warisan. Ketika 豊臣秀吉 menuntaskan penyatuan Jepang (kampanye Odawara, 1590), Ujiharu yang tak menyerah kehilangan seluruh tanahnya, tetapi nyawanya diampuni. Kini ia justru populer sebagai “pecundang yang dicintai” — tokoh permainan & budaya pop Jepang.
知っていましたか? — Tahukah kamu?
• Julukan tak resmi Ujiharu di kalangan penggemar sejarah Jepang adalah 「不死鳥」 (phoenix) — burung yang selalu bangkit dari abu — karena kebiasaannya merebut kembali benteng yang berulang kali hilang.
• Banyak daimyō yang sekali kalah telak langsung tamat. Rekor Ujiharu — kalah berkali-kali namun terus hidup dan melawan — justru menjadikannya bahan kekaguman: kegagalan bukanlah akhir selama masih ada yang percaya padamu.
• Reruntuhan Benteng Oda (小田城) di Tsukuba, Prefektur Ibaraki, kini menjadi situs bersejarah yang ditata sebagai taman — saksi bisu dari sembilan kali jatuh-bangunnya.