Bab 26

昔話(むかしばなし)· Cerita Rakyat Lintas-Zaman

花咲はなさじいさん

Abu Ajaib — Kakek Penumbuh Bunga

Dahulu, seorang kakek dan nenek yang berhati lembut menyayangi seekor anjing bernama Shiro seperti anak mereka sendiri. Suatu hari, Shiro menggonggong di ladang, “Gali di sini, guk-guk!”

Ketika sang kakek menggalinya, dari dalam tanah bermunculanlah keping-keping emas yang melimpah. Melihat itu, seorang tua tetangga yang serakah memaksa meminjam Shiro.

Namun, dari tempat yang digali si tua serakah, hanya keluar sampah kotor belaka. Marah besar, orang tua itu bahkan tega membunuh Shiro. Sang kakek yang berduka menguburkan Shiro di ladang, dan menanam sebatang pohon di dekat makamnya.

Pohon itu tumbuh besar dengan cepat, dan sang kakek membuat lesung (usu) dari kayunya. Saat menumbuk kue mochi di lesung itu, dari dalamnya melimpahlah harta karun. Si tua serakah meminjam lagi lesung itu, tetapi yang keluar hanya barang kotor. Dengan marah ia membakar lesung itu.

Sang kakek, sekadar mengenang, membawa pulang abu lesung itu. Lalu, begitu abu yang tertiup angin itu jatuh menghampiri pohon yang telah kering — seketika bunga-bunga mekar serentak dalam kepenuhan.

“Mari kubuat pohon kering ini berbunga!” — ketika sang kakek menaburkan abu, bahkan pohon kering di taman sang tuan yang kebetulan lewat pun menjelma pohon sakura yang menakjubkan dan mekar megah. Sang tuan sangat bersukacita dan menghadiahi sang kakek.

Melihat itu, si tua serakah pun meniru menaburkan abu. Namun bunga tak juga mekar; abunya malah masuk ke mata sang tuan, dan ia pun mendapat hukuman.

Bagi kebaikan ada berkah, bagi ketamakan ada ganjaran. Kisah “Hanasaka Jiisan”, sang kakek yang membuat pohon kering berbunga, masih dituturkan kepada anak-anak hingga kini.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
可愛がるかわいがるN2menyayangi
はたけN3ladang, kebun
掘るほるN2menggali
吠えるほえるN1menggonggong, melolong
地面じめんN3permukaan tanah
大判小判おおばんこばん専門keping emas besar & kecil (mata uang lama)
欲張りよくばりN2serakah, tamak
汚いきたないN4kotor
埋めるうめるN2menanam/mengubur
植えるうえるN3menanam (pohon)
うす専門lesung (penumbuk)
もちN2kue beras (mochi)
宝物たからものN2harta karun
満開まんかいN1mekar penuh
枯れ木かれきN2pohon kering/mati
咲き誇るさきほこるN1mekar megah
褒美ほうびN1hadiah, ganjaran (baik)
真似まねN2tiruan, meniru
ばつN2hukuman
むくいむくいN1balasan, ganjaran
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

MUKASHIBANASHI(昔話)  Salah satu “lima cerita rakyat besar” Jepang. 花咲はなさじいさん (Hanasaka Jiisan) termasuk 昔話むかしばなし paling populer, sebaris dengan Momotarō & Kachi-kachi Yama. Judul Inggris “Magical Ashes” merujuk pada abu ajaib yang membuat pohon berbunga. Ini cerita rakyat — pengajaran moral, bukan sejarah.

Pola “tetangga baik vs tetangga serakah”. Struktur ini — orang baik diberkati, peniru serakah dihukum — adalah salah satu kerangka paling khas 昔話むかしばなし Jepang (bdk. Shita-kiri Suzume, Kobutori). Ia menanamkan nilai kebaikan & ketulusan sejak kanak-kanak.

Bunga sakura & jiwa Jepang. Klimaks ‘pohon kering yang mendadak penuh さくら’ bukan kebetulan: mekarnya sakura melambangkan kehidupan, keindahan, dan harapan dalam budaya Jepang. Abu (sisa kematian Shiro) yang melahirkan bunga menyiratkan kehidupan yang lahir dari kasih sayang.

恩返し yang berulang. Seperti [[grateful-crane]], hewan (anjing Shiro) membalas kasih majikannya bahkan setelah mati — lewat pohon, lesung, lalu abu. Pesan ‘kebaikan berbuah berlipat’ adalah urat nadi banyak cerita rakyat Jepang.

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Frasa 「ここ掘れワンワン」 (“gali di sini, guk-guk!”) dari kisah ini menjadi ungkapan populer yang masih dikenal semua anak Jepang.

• Hanasaka Jiisan sering disebut salah satu dari “lima dongeng besar Jepang” (日本五大昔話) bersama Momotarō, Kachi-kachi Yama, Saru-Kani, dan Shita-kiri Suzume.

• Banyak cerita rakyat Jepang berakhir dengan keadilan moral yang tegas: yang baik hati menerima berkah, yang serakah menerima ganjaran — cara sederhana menanamkan etika pada anak.