昔、心のやさしいおじいさんが、山で畑仕事をしていました。お昼に食べようと持ってきた握り飯を、ころりと落としてしまいました。
Dahulu, seorang kakek yang berhati lembut sedang bekerja di ladang gunung. Bola nasi yang ia bawa untuk makan siang, tak sengaja terjatuh menggelinding.
握り飯は、小さな穴へところころと転がり込みました。すると穴の奥から、かわいらしい歌が聞こえてきます。「おむすび ころりん すっとんとん」。
Bola nasi itu menggelinding masuk ke sebuah lubang kecil. Lalu, dari dalam lubang, terdengar nyanyian yang menggemaskan: “Bola nasi menggelinding, sutton-ton.”
おじいさんが穴をのぞき込むと、つるりとすべって、地下の世界へ落ちてしまいました。そこは、たくさんのネズミが暮らす、明るい「ねずみの国」だったのです。
Ketika sang kakek mengintip ke dalam lubang, ia terpeleset dan jatuh ke dunia bawah tanah. Di sanalah terhampar “Negeri Tikus” yang terang, tempat tinggal banyak tikus.
ネズミたちは、握り飯のお礼にと、おじいさんを歓迎し、ごちそうをふるまい、餅つきの歌で楽しませました。帰りには、小判のつまった土産まで持たせてくれたのです。
Para tikus, sebagai balas budi atas bola nasi itu, menyambut sang kakek, menyuguhinya jamuan, dan menghiburnya dengan nyanyian menumbuk mochi. Saat pulang, mereka bahkan membekalinya oleh-oleh penuh keping emas.
隣に、欲張りなおじいさんが住んでいました。話を聞くと、わざと握り飯を穴に落とし、自分もねずみの国へ転がり込みました。
Di sebelah, tinggallah seorang kakek yang serakah. Mendengar cerita itu, ia sengaja menjatuhkan bola nasi ke lubang, dan ikut menggelinding masuk ke Negeri Tikus.
ごちそうをもらった欲張りじいさんは、もっと小判がほしくなり、ネズミを驚かそうと「ニャー!」と猫の鳴きまねをしました。とたんに灯りが消え、ネズミたちは逃げてしまいます。
Setelah dijamu, kakek serakah itu menginginkan lebih banyak keping emas, lalu meniru suara kucing “Meong!” untuk menakuti para tikus. Seketika lampu padam, dan para tikus pun kabur.
真っ暗になった地下で、欲張りじいさんは道に迷い、小判もろくにつかめないまま、やっとのことで地上へはい出しました。
Dalam gelap gulita di bawah tanah, kakek serakah itu tersesat, tak sempat menggenggam keping emas, dan dengan susah payah baru bisa merangkak keluar ke permukaan.
やさしい心は福を呼び、欲の心は福を逃がす――「おむすびころりん」の物語は、今も子どもたちに歌とともに愛されています。
Hati yang lembut memanggil rezeki, hati yang serakah menyingkirkan rezeki — kisah “Omusubi Kororin” hingga kini dicintai anak-anak bersama nyanyiannya.
MUKASHIBANASHI(昔話) Cerita rakyat populer. Kisah ini adalah 「おむすびころりん」 (Omusubi Kororin) — juga dikenal sebagai 「ねずみの浄土」 (Surga Tikus) — salah satu 昔話 yang paling akrab bagi anak Jepang, terkenal dengan nyanyiannya yang riang.
Pola ‘baik vs serakah’. Seperti [[magical-ashes]], struktur ‘kakek baik diberkati, tetangga serakah dihukum’ mengulang kerangka khas 昔話. Lewat pengulangan ini, anak-anak menyerap nilai moral dengan cara yang mudah diingat & menyenangkan.
Kekuatan nyanyian. Banyak 昔話 punya bait lagu (di sini “おむすび ころりん すっとんとん”) yang membuatnya mudah diingat & ditularkan secara lisan. Irama itulah salah satu sebab cerita rakyat bertahan ratusan tahun tanpa ditulis.
Tikus & rezeki. Dalam budaya Jepang, tikus (鼠) dikaitkan dengan kemakmuran & panen — ia juga utusan dewa 大黒天 (Daikoku), dewa kekayaan. Maka ‘Negeri Tikus’ yang menghadiahkan emas bukan kebetulan belaka.
知っていましたか? — Tahukah kamu?
• Tikus adalah utusan Daikoku-ten (大黒天), salah satu Tujuh Dewa Keberuntungan Jepang — sebabnya tikus sering dikaitkan dengan rezeki & lumbung yang penuh.
• Bola nasi おむすび/おにぎり (onigiri) adalah makanan rakyat Jepang sejak lama; kemunculannya sebagai ‘pemicu keajaiban’ menegaskan betapa lekat ia dengan kehidupan sehari-hari.
• Pola ‘tetangga serakah yang meniru lalu gagal’ muncul di banyak 昔話 (mis. Shita-kiri Suzume, Kobutori Jiisan) — cara folklor Jepang mengajarkan bahaya ketamakan.