Bab 40

昔話(むかしばなし)· Cerita Rakyat Lintas-Zaman

ネズミと老人ろうじん

Tikus dan Orang Tua — Negeri Tikus di Bawah Tanah

Dahulu, seorang kakek yang berhati lembut sedang bekerja di ladang gunung. Bola nasi yang ia bawa untuk makan siang, tak sengaja terjatuh menggelinding.

Bola nasi itu menggelinding masuk ke sebuah lubang kecil. Lalu, dari dalam lubang, terdengar nyanyian yang menggemaskan: “Bola nasi menggelinding, sutton-ton.”

Ketika sang kakek mengintip ke dalam lubang, ia terpeleset dan jatuh ke dunia bawah tanah. Di sanalah terhampar “Negeri Tikus” yang terang, tempat tinggal banyak tikus.

Para tikus, sebagai balas budi atas bola nasi itu, menyambut sang kakek, menyuguhinya jamuan, dan menghiburnya dengan nyanyian menumbuk mochi. Saat pulang, mereka bahkan membekalinya oleh-oleh penuh keping emas.

Di sebelah, tinggallah seorang kakek yang serakah. Mendengar cerita itu, ia sengaja menjatuhkan bola nasi ke lubang, dan ikut menggelinding masuk ke Negeri Tikus.

Setelah dijamu, kakek serakah itu menginginkan lebih banyak keping emas, lalu meniru suara kucing “Meong!” untuk menakuti para tikus. Seketika lampu padam, dan para tikus pun kabur.

Dalam gelap gulita di bawah tanah, kakek serakah itu tersesat, tak sempat menggenggam keping emas, dan dengan susah payah baru bisa merangkak keluar ke permukaan.

Hati yang lembut memanggil rezeki, hati yang serakah menyingkirkan rezeki — kisah “Omusubi Kororin” hingga kini dicintai anak-anak bersama nyanyiannya.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
畑仕事はたけしごとN2pekerjaan berladang
握り飯にぎりめしN2bola nasi (onigiri)
転がり込むころがりこむN1menggelinding/jatuh masuk
あなN3lubang
のぞき込むのぞきこむN1mengintip ke dalam
地下ちかN2bawah tanah
歓迎かんげいN2menyambut
ごちそうごちそうN3jamuan, hidangan istimewa
餅つきもちつき専門menumbuk mochi
小判こばん専門koban (keping emas lonjong)
土産みやげN2oleh-oleh, buah tangan
欲張りよくばりN2serakah, tamak
鳴きまねなきまねN1menirukan suara (hewan)
灯りあかりN2lampu, cahaya
真っ暗まっくらN2gelap gulita
迷うまようN3tersesat
はい出すはいだすN1merangkak keluar
ふくN2rezeki, keberuntungan
呼ぶよぶN4memanggil
愛するあいするN2mencintai, menyayangi
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

MUKASHIBANASHI(昔話)  Cerita rakyat populer. Kisah ini adalah 「おむすびころりん」 (Omusubi Kororin) — juga dikenal sebagai 「ねずみの浄土じょうど (Surga Tikus) — salah satu 昔話むかしばなし yang paling akrab bagi anak Jepang, terkenal dengan nyanyiannya yang riang.

Pola ‘baik vs serakah’. Seperti [[magical-ashes]], struktur ‘kakek baik diberkati, tetangga serakah dihukum’ mengulang kerangka khas 昔話むかしばなし. Lewat pengulangan ini, anak-anak menyerap nilai moral dengan cara yang mudah diingat & menyenangkan.

Kekuatan nyanyian. Banyak 昔話むかしばなし punya bait lagu (di sini “おむすび ころりん すっとんとん”) yang membuatnya mudah diingat & ditularkan secara lisan. Irama itulah salah satu sebab cerita rakyat bertahan ratusan tahun tanpa ditulis.

Tikus & rezeki. Dalam budaya Jepang, tikus (ねずみ) dikaitkan dengan kemakmuran & panen — ia juga utusan dewa 大黒天だいこくてん (Daikoku), dewa kekayaan. Maka ‘Negeri Tikus’ yang menghadiahkan emas bukan kebetulan belaka.

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Tikus adalah utusan Daikoku-ten (大黒天), salah satu Tujuh Dewa Keberuntungan Jepang — sebabnya tikus sering dikaitkan dengan rezeki & lumbung yang penuh.

• Bola nasi おむすび/おにぎり (onigiri) adalah makanan rakyat Jepang sejak lama; kemunculannya sebagai ‘pemicu keajaiban’ menegaskan betapa lekat ia dengan kehidupan sehari-hari.

• Pola ‘tetangga serakah yang meniru lalu gagal’ muncul di banyak 昔話むかしばなし (mis. Shita-kiri Suzume, Kobutori Jiisan) — cara folklor Jepang mengajarkan bahaya ketamakan.