Bab 04

平安(へいあん)· Heian 794–1185

小野小町おののこまち

Ono no Komachi — Penyair Jelita & Legenda Seratus Malam

Di ibu kota Heian, hiduplah seorang penyair bernama Ono no Komachi. Kecantikannya termasyhur ke seluruh penjuru kota, dan dalam kepiawaian waka pun konon tiada tandingannya. Banyak bangsawan mengiriminya puisi cinta, tetapi Komachi tak mudah membuka hatinya kepada siapa pun.

Pada Komachi yang demikian, ada seorang pemuda bangsawan yang jatuh cinta mendalam — Fukakusa no Shōshō. Berkali-kali sang Shōshō menyampaikan isi hatinya, memohon agar Komachi sudi menjadi istrinya.

Untuk menguji ketulusan itu, Komachi menjawab, “Kalau begitu, datanglah kepadaku seratus malam tanpa terputus. Duduklah semalaman di bangku penyangga poros kereta sapiku; bila genap seratus malam telah kau hitung, akan kukabulkan permintaanmu.”

Sejak malam itu, dimulailah “perjalanan seratus malam” sang Shōshō. Di malam hujan maupun malam berangin, ia datang tanpa pernah absen, dan setiap malam ia menggoreskan satu takik kecil pada bangku itu.

Malam demi malam takik itu bertambah, dan musim pun berganti. Bahkan di malam ketika embun beku turun dan angin musim dingin mengamuk, hati sang Shōshō tak goyah. Demikianlah sembilan puluh sembilan malam telah berlalu.

Lalu tibalah malam yang dinanti — malam keseratus yang dijanjikan. Namun malam itu turun salju lebat. Meski menggigil kedinginan, sang Shōshō tetap bergegas menembus jalan bersalju demi melampaui malam terakhir itu.

Namun, malam terakhir itu tak pernah sempat ia genapi. Tepat ketika seratus malam tinggal selangkah lagi, sang Shōshō kehabisan tenaga dan menghembuskan napas terakhir — pergi untuk selamanya.

Kisah cinta pilu sang Shōshō — yang lenyap dengan menyisakan satu malam dari seratus — terus dituturkan turun-temurun. Konon Komachi, yang kecantikannya telah mengusik begitu banyak hati, pun tak pernah melupakan tragedi ini sepanjang sisa hidupnya.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
歌人かじんN1penyair (waka)
和歌わかN2waka, puisi klasik Jepang
貴族きぞくN2bangsawan
こいN3cinta, asmara
許すゆるすN3mengizinkan; memaafkan
真心まごころN1ketulusan hati
試すためすN2menguji, mencoba
通うかようN3bolak-balik datang; menempuh rute
牛車ぎっしゃ専門kereta sapi (kendaraan bangsawan Heian)
しじ専門bangku penyangga poros kereta sapi
しるしN2tanda, takik
刻むきざむN1mengukir, menggoreskan
しもN2embun beku
揺らぐゆらぐN1goyah, bergoyang
凍えるこごえるN1menggigil/membeku kedinginan
満願まんがん専門tergenapinya nazar/permohonan
力尽きるちからつきるN1kehabisan tenaga
悲劇ひげきN2tragedi
生涯しょうがいN1sepanjang/seumur hidup
小町こまち名前nama (kelak = sinonim ‘perempuan jelita’)
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

LEGENDA(伝説)  Tokoh sejarah, kisah legenda. 小野小町おののこまち adalah penyair 和歌わか yang nyata dari pertengahan abad ke-9, salah satu 六歌仙ろっかせん (Enam Penyair Genius) yang disebut 紀貫之きのつらゆき dalam 古今和歌集こきんわかしゅう (Kokin Wakashū, 905). Namun hampir tak ada yang pasti tentang hidupnya — bahkan catatan resmi zamannya tak menyebutnya. Kisah “Seratus Malam” (百夜通ももよがよい) baru dibentuk jauh kemudian oleh para penulis のう (Noh) seperti 世阿弥ぜあみ (Zeami) di zaman Muromachi. Jadi: penyairnya fakta, kisah cintanya legenda.

Karya aslinya yang lestari. Salah satu waka Komachi termasyhur (kelak masuk 百人一首ひゃくにんいっしゅ no. 9):
はないろうつりにけりな いたづらに わがにふる ながめせしまに — “Warna bunga telah pudar sia-sia, sementara aku termenung menatap hujan panjang, dan usiaku pun berlalu.” Ada permainan kata ganda: にふる = ‘menjalani hidup’ sekaligus ‘hujan turun’, dan ながめ = ‘termenung’ sekaligus ‘hujan panjang’. Tema layunya bunga ↔ layunya kecantikan terasa ironis mengingat reputasinya.

Legenda kemunduran. Kisah-kisah belakangan justru membayangkan Komachi mengakhiri hidup dalam kemiskinan, tua dan tak lagi rupawan — sebuah pembalikan nasib yang sarat pesan moral (muncul di Noh seperti Sotoba Komachi). Ini lebih banyak bercerita tentang kecemasan zaman pertengahan akan kefanaan kecantikan, ketimbang tentang perempuan sejarah yang sebenarnya.

“Komachi” menjadi kata. Saking lekatnya, 小町こまち kini berarti ‘perempuan jelita’ dalam bahasa Jepang — suatu daerah bisa membanggakan “○○ no Komachi”-nya, mirip menyebut seseorang ‘sang Helen’ di Barat. Namanya pun melekat pada beras あきたこまち (Akita Komachi) dan kereta cepat こまち (Komachi) jurusan Akita.

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Karena namanya menjadi sinonim kecantikan, lahirlah nama-nama populer: beras あきたこまち (Akita Komachi) dan Shinkansen こまち (Komachi) jurusan Akita — daerah yang secara tradisi dikaitkan dengan asal-usulnya.

• Komachi adalah tokoh 六歌仙ろっかせん yang paling sering naik ke panggung のう (Noh): setidaknya lima lakon bertajuk namanya — Sotoba Komachi, Sekidera Komachi, Kayoi Komachi, Ōmu Komachi, dan Sōshi-arai Komachi.

• Di Kyoto, kuil 随心院ずいしんいん (Zuishin-in) di kawasan Yamashina dikaitkan dengan Komachi; di sanalah legenda “Seratus Malam” Fukakusa no Shōshō dilekatkan — konon ia menandai tiap malam satu per satu, dan pohon-pohon di sana dikaitkan dengan hitungan itu.