Bab 03

古墳・飛鳥・奈良 · Kofun–Asuka–Nara

浦島太郎うらしまたろう

Urashima Tarō — Nelayan di Istana Naga & Kotak Waktu

Dahulu kala, di sebuah desa tepi laut, hiduplah seorang nelayan muda berhati lembut bernama Urashima Tarō. Suatu hari, saat berjalan di pantai, ia melihat sekelompok anak sedang menyiksa seekor penyu. Tarō membayar sejumlah uang untuk menebus penyu itu, lalu berkata, “Jangan sampai tertangkap lagi, ya,” dan melepaskannya pelan-pelan ke laut.

Beberapa hari kemudian, ketika Tarō sedang memancing dari perahunya, penyu itu muncul dari dalam laut dan berbicara dengan bahasa manusia. “Terima kasih telah menolong saya tempo hari. Sebagai balas budi, izinkanlah saya mengantar Tuan ke Istana Naga (Ryūgū-jō) di dasar laut.” Begitu Tarō naik ke punggung penyu, sang penyu pun menyelam ke laut yang dalam.

Di dasar laut, ikan warna-warni berenang, dan berdiri sebuah istana megah berhiaskan karang dan mutiara. Di depan gerbang, sang putri jelita, Otohime, menyambut Tarō. “Andalah yang telah menyelamatkan penyu itu, bukan? Silakan, tinggallah dan bersantailah sepuasnya.”

Hari-hari di Istana Naga terasa bagaikan mimpi. Ikan kakap dan ikan sebelah menari-nari, dan di tamannya terbentang sekaligus empat pemandangan: musim semi, panas, gugur, dan dingin. Setiap hari Tarō melewatkan waktu dengan riang, hingga lupa akan waktu.

Lama-kelamaan, Tarō teringat pada kedua orang tuanya yang sudah renta, yang ia tinggalkan di kampung halaman. “Berat rasanya berpisah, tetapi sudah waktunya saya pulang ke rumah.” Dengan wajah sedih, Otohime menyerahkan sebuah kotak. “Ini Tamatebako (kotak permata). Apa pun yang terjadi, jangan sekali-kali Tuan membuka tutupnya.”

Setelah diantar penyu kembali ke pantai, Tarō tak percaya pada matanya. Rumah yang dulu dikenalnya tak ada di mana pun, dan wajah orang-orang yang lalu-lalang semuanya asing. Ketika ia bertanya, seorang tua menjawab, “Urashima Tarō? Ah, nelayan bernama begitu yang pergi ke laut lalu tak pernah pulang — itu kisah tiga ratus tahun yang silam.”

Tarō terpaku, tertegun. Kedua orang tuanya, juga kawan-kawannya, tak ada lagi di dunia ini. Kehilangan tumpuan hatinya, Tarō pun lupa pada pesan Otohime, dan akhirnya membuka tutup Tamatebako.

Dari dalam kotak mengepul asap putih yang membubung tebal, dan begitu terkena asap itu, Tarō seketika berubah menjadi seorang kakek beruban. Tahun-tahun panjang yang ia lewatkan di Istana Naga, dalam sekejap kembali seluruhnya ke tubuh Tarō.

語彙ごいDaftar Kosakata

KataBacaanJLPTArti
漁師りょうしN2nelayan
優しいやさしいN4lembut, baik hati
かめN3penyu, kura-kura
助けるたすけるN4menolong, menyelamatkan
案内あんないN4memandu, mengantar
そこN3dasar (laut, dsb.)
真珠しんじゅN1mutiara
御殿ごてんN1istana, gedung megah
景色けしきN4pemandangan
故郷ふるさとN2kampung halaman
両親りょうしんN5kedua orang tua
名残なごりN1berat berpisah; jejak yang tersisa
惜しいおしいN2sayang, berat (untuk dilepas)
疑ううたがうN3meragukan, mencurigai
尋ねるたずねるN3bertanya, menanyakan
呆然ぼうぜんN1tertegun, terpana
けむりN3asap
白髪しらがN2uban, rambut putih
竜宮城りゅうぐうじょう専門Istana Naga di dasar laut (Ryūgū-jō)
玉手箱たまてばこ専門kotak permata legendaris (tamatebako)
N5 N4 N3 N2 N1 名前/専門 (di luar Jōyō, tidak wajib JLPT)

解説かいせつKonteks & Komentar

MUKASHIBANASHI(昔話)  Ini adalah cerita rakyat (昔話むかしばなし) — namun, tak biasa, ia termasuk kisah tertua yang terekam di Jepang. Intinya sudah muncul dalam 丹後国風土記たんごのくにふどき (sekitar 713), 日本書紀にほんしょき (720, di bawah Kaisar 雄略ゆうりゃく), dan sebuah puisi panjang dalam 万葉集まんようしゅう. Jadi, peristiwanya legenda, tetapi keberadaan kisah ini pada zaman Nara adalah fakta sejarah.

Nama & versi yang berubah. Dalam rekaman tertua, sang tokoh bernama 浦嶋子うらしまこ (Urashimako), belum “Tarō”. Bentuk yang kita kenal — menolong penyu, 竜宮城りゅうぐうじょう, dan 玉手箱たまてばこ — baru mapan lewat 御伽草子おとぎぞうし (Otogizōshi) zaman Muromachi. Dalam sebagian versi kuno, penyunyalah yang menjelma jadi sang putri, dan negeri di seberang bukan “Ryūgū”, melainkan 常世とこよ (Tokoyo) atau 蓬莱ほうらい (Hōrai) — negeri abadi bergaya Tiongkok.

Gema lintas-budaya: waktu yang melar. Jantung kisah ini adalah selisih waktu — beberapa hari di istana sama dengan ratusan tahun di darat. Motif “waktu dunia lain” ini menggemakan Rip Van Winkle (Amerika) dan kisah serupa di banyak bangsa. Begitu kuatnya citra itu sampai orang Jepang menamai pelambatan waktu relativistik sebagai 「ウラシマ効果こうか」 (Urashima effect).

Jejak yang tertinggal. Kata 玉手箱たまてばこ menjadi ungkapan untuk “sesuatu yang sebaiknya jangan dibuka” atau kejutan kenyataan yang datang tiba-tiba. Beberapa daerah — terutama kawasan 丹後たんご dan tempat lain — memelihara kuil serta “makam” Urashima, memadukan legenda dengan jati diri lokal. Perlu dibedakan: ini tradisi rakyat, bukan bukti adanya tokoh sejarah.

知っていましたか? — Tahukah kamu?

• Istilah 「ウラシマ効果こうか」 (Urashima effect) dipakai (setengah berseloroh) oleh ilmuwan & penggemar fiksi ilmiah Jepang untuk pelambatan waktu relativistik: penjelajah antariksa yang melaju mendekati kecepatan cahaya bisa pulang dan mendapati Bumi telah menua ratusan tahun — persis nasib Tarō.

• Wahana antariksa Jepang Hayabusa2 menamai asteroid targetnya 竜宮りゅうぐう (Ryugu) — dari Istana Naga kisah ini — karena ia pergi ke “istana di kejauhan” lalu pulang membawa “kotak harta” berupa sampel asteroid. Sampelnya tiba di Bumi pada 2020.

• Dalam versi tertua (風土記ふどき), penyunya justru berubah menjadi sang putri, dan negeri di seberang laut bernama 常世とこよ (Tokoyo) — “negeri abadi” dalam kepercayaan kuno, bercampur gagasan 蓬莱ほうらい (Hōrai / Penglai) dari Tiongkok.